TAK lengkap rasanya traveling tanpa belanja oleh-oleh untuk teman kantor dan keluarga. Selain biasanya karena dimintai oleh-oleh, kadang kita juga ingin memberi suvenir ke beberapa orang terdekat.
Saat traveling ke Kuala Lumpur, Malaysia jangan lupa mampir ke Petaling street dan Central Market yang merupakan pusat suvenir dan oleh-oleh. Selain murah, harganya bisa ditawar juga lho!
Saya mengunjungi Petaling street saat traveling ke KL beberapa waktu lalu. Dengan bus gratis yang disediakan untuk turis, GoKL, saya turun di Pasar Seni lalu jalan kaki ke Petaling street. Selain dengan menggunakan bus GoKL, bisa juga ke Petaling dengan menggunakan LRT, Komuter atau Monorail. Bila naik LRT turun di stasiun Pasar Seni atau Masjid Jamek.
Petaling street berada di kawasan Chinatown-nya Kuala Lumpur. Daerah ini tadinya dihuni pendatang dari Tiongkok yang bekerja di pertambangan timah Malaysia. Perang sipil Selangor kemudian terjadi sehingga mereka pergi dan setelah perang usai mereka mendapati area tambang kena banjir. Salah satu pendatang, Yap Ah Loy, kemudian membuka pabrik tapioka disini. kawasan ini lalu berkembang sebagai area perdagangan hingga kini.
Karena berada di Chinatown, Petaling street dihiasi banyak dekorasi berwarna merah mulai dari gerbangnya yang berwarna merah dengan nuansa Tiongkok. Di sepanjang jalan kios - kios juga dihiasi warna merah serta lampion.
Di sini saya menemukan ada banyak barang bermerek palsu seperti halnya di night market Hanoi. disini saya menemukan jam tangan, baju, kaos, sepatu dengan merek Louis Vuittion, Adidas hingga Rolex dengan harga mulai dari 10 Ringgit atau Rp32.000,00. Bila harga yang diberikan pedagang terlalu mahal, tinggal ditawar saja.
Waktu terbaik untuk berbelanja adalah mulai jam 5 sore saat cuaca tak lagi panas dan pasar malam dimulai. Biasanya Petaling akan ramai mulai jam 7 malam.
Karena tujuan saya untuk mencari oleh-oleh, saya menuju ke kios - kios yang menawarkan aneka suvenir bertema KL. Di salah satu kios saya menemukan gantungan kunci, magnet kulkas, kaos dan gelas. 5 gantungan kunci harganya 5 Ringgit atau Rp.16.000,00. Sementara kaos dihargai 6 Ringgit atau Rp.19.205,00.
(Baca Juga: 5 Pesepakbola Muslim Ini Punya Istri Super Cantik yang Bikin Anda Iri)
Aktivitas belanja dan tawar menawar membuat saya kelaparan. Untungnya di sini juga ada banyak penjual makanan yang menawarkan aneka makanan Melayu dan Tionghoa seperti mie, sate, dim sum hingga makanan laut. Jajanan di Petaling harganya lumayan terjangkau. Berbelanja di Petaling street lumayan menghibur karena selain harganya yang murah, suasananya juga ramai dan hidup.
Dari Petaling saya lalu menyeberang jalan ke jalan Hang Kasturi menuju Central Market. Bangunan bergaya art-deco ini tadinya pasar tradisional yang sudah ada sejak tahun 1888.
Pemerintah Malaysia kemudian mengubahnya menjadi pusat kerajinan dan kesenian Malaysia pada tahun 1980-an. Di Central Market, kegiatan shopping terasa lebih nyaman karena gedungnya sangat bersih dan rapi serta berAC.
Central Market telah dianggap sebagai cultural landmark-nya Malaysia. Pasar ini bahkan sudah dimasukkan ke dalam daftar Heritage nasional Malaysia.
Barang - barang yang dijual di Central Market merupakan produk budaya dan seni dari beragam ras yang ada di Malaysia yaitu Melayu, Tionghoa dan India. butik dan kios di Central Market juga ditempatkan berdasar zona ras untuk memudahkan pencarian.
(Baca Juga:6 Meme Kocak Bukti The Power of Emak-Emak Itu Nyata!)
Di Central Market saya menemukan banyak penjual batik Malaysia, sarung, baju Melayu, sari India, patung, lukisan, kerajinan tangan hingga benda antik. Oleh - oleh khas Malaysia seperti tas, gantungan kunci, magnet kulkas, teh tarik hingga coklat durian juga bisa ditemukan disini.
Bila ingin santap kuliner, tinggal naik ke lantai atas yang dikhususkan untuk restoran dan food court. Central Market seperti khusus dibuat untuk turis. Harga barang di sini cenderung lebih mahal juga meski masih bisa ditawar.
Satu hal yang jangan sampai dilewatkan saat ke Central Market adalah berfoto di depan gedung. Arsitektur kolonialnya menjadi background foto yang pas untuk turis. Di sekitar Central Market ada juga gedung - gedung kuno lainnya yang dicat warna - warni, membuat pemandangan kota KL terlihat makin cantik dan menarik.
Sempatkan juga untuk mengunjungi Kota Raya Shopping Centre yang berada di sebelah Central Market, sebuah lokasi dimana warga lokal berbelanja.
(Baca Juga: Malaysia Iming-imingi Rakyat Indonesia dengan Surga Wisata Belanja)