Jangan Hanya Diving di Labuan Bajo atau Raja Ampat, Tengok Juga Keindahan Dunia Bawah Laut di Sikka, NTT

Pradita Ananda, Jurnalis
Jum'at 22 Desember 2017 17:35 WIB
Diving (Foto: Florestourism)
Share :

Sikka sendiri sebenarnya bukanlah nama baru dalam peta wisata selam di Tanah Air, bahkan dapat dikatakan merupakan pelopor wisata scuba diving yang telah menjadi destinasi wisata selam dunia sejak 1970 silam. Namun sayangnya, pada tahun 1992 atau sekitar 25 tahun yanglalu wilayah ini diguncang musibang tsunami sebagai akibat terjadinya gempa tektonik bawah laut dengan kekuatas 6,8 skala ritcher yang akhirnya membuat timbulnya kerusakan pada wilayah laut seperti hancurnya terumbu karang, sehingga membuat nama Sikka sebagai primadona selam dunia lama kelamaan menjadi tenggelam.

Namun kini, setelah dua puluh lima tahun berlalu, Sikka telah pulih dari keterpurukan dan siap memanjakan para pecinta wisata selam dengan keindahan bawah lautnya. Lalu sebenarnya keunggulan apa sih yang dimiliki Sikka sebagai diving spot jika dibandingkan area-area diving spot lainnya di Indonesia? Menjawab hal ini, maka Okezone pun langsung bertanya kepada Drs. Kensius Didimus, sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka.

"Keunggulannya kita di Sikka ini punya biota laut yang tidak ada di diving spot lainnya di Indonesia. Di Sikka ada yang namanya Mac, yaitu ikan-ikan kecil yang suka bersembunyi di balik-balik rumput laut dan juga dedaunan, ini di Labuan Bajo tidak ada ditemukan itu," papar Kensius ketika dijumpai Okezone, Kamis (21/12/2017) dalam acara peluncuran buku "Sikka Underwater" di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta Pusat.

Kensius juga mengemukakan, biota laut yakni ikan mac yang ada di Sikka inilah yang juga menjadi daya tarik banyak wisatawan asing, khususnya yang datang dari benua Eropa .

"Wisatawan asing itu paling banyak datang dari Eropa, khususnya Belanda dan Spanyol. Nah yang mereka cari itu alam bawah laut kita yang indah, yang salah satunya adalah ikan mac itu karena di Labuan Bajo tidak ada makanya mereka sekarang larinya ke Sikka. Bahkan sampai bisa belasan hari tinggal di Sikka untuk mencari itu," tambahnya.

Selain keunggulan dari sisi ragam biota laut, seperti yang disebutkan oleh Muljadi Pinneng Sulungbudi sebagai kepala project buku Sikka Underwater dan fotografer underwater profesiona. Kabupaten Sikka, contohnya Pulau Babi, Teluk Maumere , Pangabatang North, Tanjung Darat Pondok, dan lain-lain sebagai diving spot juga disebutkan memiliki keunggulan dari segi akses yang mudah ke Maumere dan dari segi sisi kebersihan lautnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya