Selain Mudah, Biaya Vaksinasi Difteri Sangat Murah

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2017 23:10 WIB
Ilustrasi (Foto: Onehowto)
Share :

WABAH difteri kini menjadi salah satu isu penting yang sedang dihadapi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae ini sebetulnya merupakan penyakit lama yang sudah ada vaksin penangkalnya yakni vaksin DPT.

Vaksin tersebut idealnya diberikan tiga kali seumur hidup sejak anak berusia dua tahun. Ketika memasuki masa remaja hingga dewasa, vaksin ini juga masih efektif dan dapat diberikan setiap 10 tahun sekali. Selain itu, prosedur vaksinasi juga sebetulnya sangat mudah dan hampir tidak memerlukan biaya sama sekali.

"Prosedurnya enggak ribet kok. Cukup datang saja ke Posyandu terdekat dan bawa kartu KIA. Kemudian daftarkan nama balita ke kader, lalu tinggal tunggu jadwal imunisasinya. Biaya yang dikeluarkan hanya Rp2 ribu untuk pendaftaran. Tapi bagi yang memiliki BPJS tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun," tutur Nur Afiyah, salah satu dokter di Puskesmas Cipayung, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/12/207).

Kendati demikian, Nur mengungkapkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan imunisasi memang dinilai masih kurang. Bahkan, pihaknya harus mengunjungi langsung rumah-rumah warga untuk mengingatkan kembali agar para balita diberikan imunisasi ulang.

"Bidan kami sudah sering melakukan sweeping agar balita di bawah 18 bulan mendapatkan imunisasi ulang. Hal ini disebabkan karena banyak orang tua yang beranggapan, jika anak sudah diberikan vaksin campak maka mereka tidak diperlu diberikan vaskin lainnya," jelasnya.

(Foto: Dimas/Okezone)

Persentase keaktifan masyarakat yang datang ke Puskesmas Cipayung sendiri hanya mencapai angka 76% saja. Jumlah tersebut terbilang rendah hingga membuat Kelurahan setempat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi.

Baca Juga:

"Tahun lalu Pak Lurah sempat mengadakan lomba untuk meningkatkan angka tersebut. Upaya itu cukup membuahkan hasil, di mana persentase keaktifan masyarakat naik hingga 80%," tukasnya.

Selain vaksinasi, Nur juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar tubuh tidak mudah terkontaminasi penyakit berbahaya. Pasalnya, selain balita, wabah difteri juga bisa menyerang orang dewasa jika sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya