"Kita menggunakan strategi kedekatan jarak, dan kebudayaan. Misalnya, Malaysia, kemarin itu saya itu juga ke sana untuk sebuah event yang banyak keturunan Bengkulu, mereka sangat ingin sekali pulang dengan penerbangan langsung. Begitu juga Kalimantan Barat ke Kuching Serawak, itu akan menjadi lebih mudah, yang dari Tawau juga," imbuh Arief.
Selain strategi kedekatan, pemerintah juga akan menggunakan strategi kebudayaan. Dengan strategi yang kedua ini, Indonesia diharapkan mampu menarik wisatawan mancanegara cross border untuk datang berkunjung.
"Negara-negara yang bertetangga selain Indonesia, mereka banyak dikunjungi karena letaknya berdekatan, dan bisa diakses lewat darat (overland), seperti Belanda, dan Malaysia. Perjalanan melalui darat lebih disenangi oleh wisman karena dalam perjalanannya sendiri mereka anggap pariwisata, dan wisman yang datang ke Malaysia dari Singapura pun datang karena ada jembatan. Coba kalau jembatannya di putus, saya jamin kesaktiannya menghilang," lanjut Arief.
(Helmi Ade Saputra)