Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi di Pulau Madura

Syaiful Islam, Jurnalis
Jum'at 01 Desember 2017 03:40 WIB
(Foto: NU Online)
Share :

SURABAYA – Bagi masyarakat Madura momentum maulid Nabi Muhammad SAW tidak bakal dilewatkan begitu saja. Beragam cara dilakukan untuk menunjukkan kecintaan terhadap sang baginda.

Mulai dari mudik ke kampung halaman hingga kumpul bersama mengumandangkan salawat di masjid dan rumah-rumah.

Jelang hari H, para perantau sudah mulai berdatangan ke kampung masing-masing. Seolah sudah menjadi tradisi, tidak pulang ke kampung halaman saat maulid Nabi sepertinya ada yang kurang.

Tak cuma mudik, beragam cara pun dilakukan masyarakat Madura dalam menyambut maulid nabi. Di antaranya membaca salawat nabi secara bersama-sama di masjid, seperti pemandangan di Kampung Duur, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Usai salat maghrib, warga setempat baik laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak-anak berkumpul di masjid Ainul Yaqin. Di sana mereka membaca salawat nabi bersama dengan diiringi rebana.

Untuk memeriahkan suasana, pengurus masjid yang dibantu remas (remaja masjid) menggantungkan balon, snack, gayung, dan gelas yang terbuat dari plastik. Kemudian gantungan balon, snack dan gayung itu akan direbut oleh masyarakat ketika akan berdiri membaca salawat.

Suasana saling rebut pun terjadi ketika masyarakat akan berdiri membaca salawat. Siapa yang cepat berdiri dan berebut, maka dia yang akan dapat balon atau snack. Setelah balon dan snack serta gantungan yang lain sudah direbut, masyarakat kembali khusuk membaca salawat.

Di tengah pembacaan salawat, sohibul hajah (panitia/tuan rumah) memberikan slabet (angpao) pada warga yang hadir di masjid. Selain membaca salawat di masjid saat malam 12 robiul awal, sorenya warga juga menggelar syukuran di rumah warga.

"Setiap malam 12 robiul awal kami selalu menggelar maulid nabi di sini (Masjid Ainul Yaqin) untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dan ini sudah kami jadikan agenda rutin tahunan," terang Ustad Hozin Imron pada Okezone, Kamis (30/11/2017) malam.

(Baca Juga: Gua Hira, Gua Tsur dan Rute Hijrah Rasulullah Bakal Direstorasi)

Menurut Hosin, maulid nabi digelar sebagai ungkapan cinta terhadap nabi Muhammad SAW. Sebab nabi Muhammad yang membawa umat dari zaman kegelapan menuju alam yang terang benderang yakni agama islam.

(Baca Juga: Keutamaan Maulid Nabi, Rasulullah pun Berpuasa di Hari Kelahirannya)

"Semoga kita semua yang membaca salawat mendapat safaatnya Nabi Muhammad. Sehingga kita diberi keselamatan baik di dunia maupun akhirat," tukasnya.

<div class="vicon"><iframe width="480" height="340" src="https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8yNy8xLzEwNTgzNS8wLw==" sandbox="allow-scripts allow-same-origin" layout="responsive"></iframe></div>

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya