Kahiyang-Bobby Akan Jalani Upacara Adat di Pinggir Sungai, Begini Harapan di Balik Tradisi Tersebut

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Jum'at 24 November 2017 10:29 WIB
Pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution (Foto: Antara)
Share :

PESTA adat pernikahan puteri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dan Bobby Nasution akan dilangsungkan 24-26 November 2017. Hari ini pun menjadi awal dilakukannya upacara adat tersebut.

Upacara yang dilakukan hari ini diawali dengan penyembelihan seekor kerbau yang menandakan Kahiyang resmi mendapatkan gelar Siregar dari para raja Mandailing. Setelah itu disusul dengan tarian tortor yang diperagakan oleh para raja yang diundang.

Nah, rangkaian upacara adat lainnya yang bakal dilakukan pengantin baru ini adalah upacara adat yang dilakukan di pinggir sungai. Bukan tanpa sebab, nyatanya upacara itu mengandung makna yang cukup dalam.

Secara jelas, nantinya Kahiyang-Bobby akan dibawa ke tepian raya (pinggir sungai yang punya lubuk dalam). Nah, tepian raya yang dipilih biasanya yang digunakan untuk mandi masyarakat setempat.

Terkait dengan maknanya sendiri, menurut beberapa referensi, pengantin dibawa ke tepian sungai untuk menghanyutkan masa mudanya. Itu dilakukan agar pasangan pengantin bisa matang dalam menjalani biduk rumah tangganya.

Nah, setelah dari pinggir sungai, nantinya Kahiyang-Bobby akan diberikan upah-upah, seperti ayam, ikan, udang, garam, dan jahe, serta telur ayam kampung. Semua makanan yang bakal diberikan itu pun punya maknanya tersendiri.

Sebut saja ayam. Diketahui, ayam dilambangkan sebagai semangat pagi seperti kokokan ayam yang membangunkan orang. Lebih dalam lagi, ayam tersebut digambarkan sebagai pengharalan bahwa pengantin tidak melalaikan solat subuhnya dan mau bersemangat menjalani hari bersama.

Kemudian, ada ikan yang memiliki makna tidak ingin hidup di air keruh. Jadi, harapan yang diinginkan adalah pasangan Kahiyang-Bobby memiliki hidup yang baik dan selalu berada dalam ridho Tuhan.

Udang yang dijadikan upah-upah pun punya maknanya sendiri. Udang diibaratkan sebagai cara penyelesaian masalah. Jadi, ketika dalam menjalani hubungan pernikahan, pasangan ini diharapkan bisa berjalan mundur seperti udang. Mengingat kembali apa niat awal perniakahannya.

Kemudian, jahe pun ternyata punya makna filosofinya. Bumbu masak yang memiliki rasa pedas ini pun melambangkam usaha keras dan perjuangan tanpa letih.

Setelah itu telur ayam kampung yang diambil kuningnya pun memiliki makna. Adalah setiap usaha yang dilakukan, diharapkan mendapatkan hasil yang terbaik (kuning telur diibaratkan sebagai emas).

Tak terkecuali garam. Bumbu dapur ini memiliki makna penyempurna kehidupan berumah tangga. Tidak hanya itu, garam pun diartikan sebagai penyedap rasa yang mana kalau tidak ada maka kehidupan akan terasa hambar. Makanya, pasangan suami istri harus juga bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Sementara itu, setelah upacara adat ini, Kahiyang bobby bakal melakukan upacara manortor pengantin yang mana kedua pengantin tersebut akan meminta maaf kepada kedua orang tua masing-masing dan berharap bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan lancar dan berkah.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya