Nah, setelah dari pinggir sungai, nantinya Kahiyang-Bobby akan diberikan upah-upah, seperti ayam, ikan, udang, garam, dan jahe, serta telur ayam kampung. Semua makanan yang bakal diberikan itu pun punya maknanya tersendiri.
Sebut saja ayam. Diketahui, ayam dilambangkan sebagai semangat pagi seperti kokokan ayam yang membangunkan orang. Lebih dalam lagi, ayam tersebut digambarkan sebagai pengharalan bahwa pengantin tidak melalaikan solat subuhnya dan mau bersemangat menjalani hari bersama.
Kemudian, ada ikan yang memiliki makna tidak ingin hidup di air keruh. Jadi, harapan yang diinginkan adalah pasangan Kahiyang-Bobby memiliki hidup yang baik dan selalu berada dalam ridho Tuhan.
Udang yang dijadikan upah-upah pun punya maknanya sendiri. Udang diibaratkan sebagai cara penyelesaian masalah. Jadi, ketika dalam menjalani hubungan pernikahan, pasangan ini diharapkan bisa berjalan mundur seperti udang. Mengingat kembali apa niat awal perniakahannya.
Kemudian, jahe pun ternyata punya makna filosofinya. Bumbu masak yang memiliki rasa pedas ini pun melambangkam usaha keras dan perjuangan tanpa letih.