"Di Inggris, satu liter spirits bebas lisensi dapat dengan mudah dibeli seharga £ 15 atau sekitar Rp 270 ribu," paparnya. Harga semacam itu diyakini dapat mendorong konsumsi pada tingkat yang membahayakan kesehatan bagi peminum dan bisa menjadi awal tindak kekerasan terjadi dan itu berisiko bagi orang-orang di sekitar mereka.
Alkohol itu sendiri - dikenal dengan istilah ilmiah etanol - secara kimia identik terlepas dari minuman yang dimilikinya.
Tapi Profesor Bellis mengatakan cara orang meminumnya sebagian bertanggung jawab atas respons emosional yang berbeda.
Bellis menuturkan, spirits sering dikonsumsi lebih cepat dan memiliki konsentrasi alkohol yang jauh lebih tinggi di dalamnya. "Ini bisa menghasilkan efek merangsang lebih cepat karena kadar alkohol dalam darah meningkat," ucapnya.
Minuman beralkohol biasanya dikonsumsi dalam berbagai acara sosial sehingga orang mungkin meminumnya dengan sengaja untuk merasakan efek mabuknya dengan cepat sementara jenis minuman lainnya lebih mungkin dikonsumsi secara perlahan atau dengan makanan.