Bayi Gemuk Jangan Dianggap Lucu, Obesitas Bisa Memicu Penyakit Kronis!

Vessy Frizona, Jurnalis
Senin 20 November 2017 19:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Liverpoolvs)
Share :

OBESITAS saat ini sudah menjadi endemik, di negara maju maupun berkembang. Kadang-kadang obesitas dimulai sejak masa kanak-kanak. Pola asuh yang salah sehingga anak hanya mendapatkan asupan gizi tinggi kaloti (gula dan lemak) dan kurang aktivitas fisik menjadi penyebab obesitas dini.

Dampak jangka panjang obesitas adalah gangguan metabolisme yang dimulai sejak anak-anak. Tidak hanya meningkatkan risiko diabetes, tetapi juga penyakit kardiovaskular, jantung koroner, penyakit pernapasan seperti asma hingga sindroma kematian mendadak.

Data penderita obesitas pada anak di Indonesia dapat dilihat dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar). Riskesdas menggunakan kriteria perbandingan tinggi dan berat badan untuk menentukan anak obesitas, dan angkanya sekitar 11,9%.

Selain dari Riskesdas, beberapa penelitian lokal menunjukkan prevalensi obesitas pada anak SD, antara lain penelitian 3 SD swasta di Jakarta Timur menunjukkan 27,5% anak obesitas dari 2292 anak. Untuk anak SD usia 10-12 tahun di 5 wilayah DKI Jakarta ditemukan 15,3% anak obesitas dari 600 anak.

Menurut dr. Klara Yuliarti SpA(K), staf pengajar dari FKUI, kriteria obesitas yang benar adalah mengukur Body Mass Index (BMI), tidak sekadar perbandingan tinggi dan berat badan. Penyebab obesitas sendiri multifaktorial.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya