KASUS penganiyaan anak masih kerap terjadi di Indonesia. Contoh kasus yang masih hangat ialah penganiayaan balita berusia 5 tahun berinisial GW hingga tewas oleh ibu kandungnya, Novi Wanti.
Adapun penyebab penganiayaan itu karena sang anak kerap mengompol. Si ibu pun kesal hingga akhirnya melakukan tindakan biadab tersebut di kamar kosnya di Jalan Asem Raya Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Berkaca dari kasus tersebut, ada beberapa faktor yang dapat memicu seseorang melakukan tindakan kekerasan atau penganiyaan. Ketika berkunjung ke Redaksi Okezone, Psikolog Dewi Haroen menjelaskan faktor-faktor utama tersebut:
1. Faktor kejiwaan
Psikolog Dewi Haroen menilai pelaku Novi Wanti memiliki jiwa yang lemah, juga rentan terhadap stres. Menurutnya, stres memiliki tingkatan, dari 1—100%. Dari persentase tersebut, kehilangan pasangan termasuk ke dalam stres tingkat tinggi, yakni 75%.
Pelaku diketahui merupakan seorang single parent dengan satu anak. Ia hidup sendiri selama 6 bulan. Dengan beban yang begitu berat, pelaku menjadi frustasi, sehingga melampiaskan kepada anaknya.
2. Faktor sosial-ekonomi