"Wanita cenderung lebih baik dalam memiliki jaringan sosial alternatif dan kepercayaan lainnya. Sedangkan laki-laki cenderung bergantung pada istri mereka, dan memiliki lebih sedikit ikatan sosial lainnya," jelas Dr Grundy.
"Ada temuan dari banyak penelitian bahwa wanita yang tidak memiliki pasangan cenderung melakukan lebih banyak aktivitas sosial dan lebih banyak teman dibandingkan mereka yang mempunyai pasangan. Sedangkan pria justru sebaliknya. Jadi, mungkin wanita memiliki pilihan yang lebih luas," tambahnya.
Ada juga fakta bahwa stigma menjadi wanita lajang berubah secara bertahap. Masyarakat akhirnya menyadari, banyak wanita lajang tidak dalam hubungan karena mereka benar-benar bahagia bersikap mandiri, melakukan apapun yang diinginkannya.
(Helmi Ade Saputra)