SURABAYA adalah ibu kota provinsi di Jawa Timur. Surabaya dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan. Heroisme masyarakat Surabaya paling tergambar dalam pertempuran 10 November 1945.
Arek-arek Suroboyo, sebutan untuk orang Surabaya, dengan berbekal bambu runcing berani melawan pasukan sekutu yang memiliki persenjataan canggih. Puluhan ribu warga meninggal membela Tanah Air. Peristiwa heroik ini kemudian diabadikan sebagai peringatan Hari Pahlawan.
Apalagi sejak saat itu, kegiatan perlawanan masyarakat Surabaya terhadap penjajah dan kaum kolonial semakin hebat dan gigih, maka tak pelak lagi Bung Karno dan Bung Hatta, langsung datang ke Surabaya.
Hingga terjadi puncak perjuangan Arek Suroboyo, tanggal 10 November 1945. Lima tahun kemudian, kesan Bung Karno terhadap Surabaya semakin mendalam. Ide pembangunan Tugu Pahlawan di Kota Surabaya, langsung mendapat perhatian Bung Karno. Untuk pertama kali di tahun 1950, Bung Karno menetapkan tanggal 10 November sebagai “Hari Pahlawan”. Sekaligus, Surabaya mendapat predikat “Kota Pahlawan”. Predikat Kota Pahlawan dianugerahkan kepada Surabaya, untuk mengabadikan “Semangat Juang Arek-Arek Suroboyo”.
Tugu Pahlawan menjadi simbol kemenangan Indonesia atas perlawanan Belanda oleh arek arek Suroboyo. Momumen ini terletak di tengah-tengah kota Surabaya. Tugu Pahlawan dibangun di sebuah tempat bekas reruntuhan gedung yang hancur dalam pertempuran di kota ini pada tanggal 10 November 1945.
Tempat ini juga terkenal di mana para pejuang menurunkan bendera Belanda yang mengakibatkan pemimpin Belanda bernama Jenderal Mallaby tewas. Tugu yang berbentuk seperti paku terbalik ini memiliki diameter bawah lebih besar dari diameter atasnya.
Tugu tersebjt memiliki tinggi 41,15 meter atau 45 yard dan diameter 3,1 meter, yang semakin ke atas, diameter semakin kecil. Selain Tugu Pahlawan, di area ini terdapat patung mantan Presiden Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Mohammad Hatta ketika sedang membaca proklamasi kemerdekaan.
Patung itu berada di antara pilar-pilar tinggi menyerupai reruntuhan suatu bangunan dan terdapat beberapa patung pahlawan lainnya. Monumen berbentuk tugu ini mempunyai beberapa filosofi dalam konstruksi bangunannya antara lain 10 lengkungan (canalurus) pada badannya yang melambangkan tanggal 10.
Sedangkan, 11 bagian (gelindingen) di atasnya mengandung pengertian bulan ke 11 atau bulan November. Tinggi yang 45 yard itu dengan sendirinya menyatakan tahun 1945 sebagai tahun terjadinya pertempuran di Surabaya. Demikian seperti dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (11/11/2017).
(Dinno Baskoro)