STUDI: Bayi Lahir Prematur Berisiko Lebih Tinggi Alami Gangguan Jantung saat Dewasa

Helmi Ade Saputra, Jurnalis
Senin 06 November 2017 16:04 WIB
Ilustrasi (Foto: Zeenews)
Share :

BAYI yang lahir pada akkhir periode prematur atau minggu ke-35 kehamilan, memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovasuklar saat dewasa, kata sebuah studi baru. Bayi prematur lebih cenderung menunjukkan kontrol detak jantung yang berubah selama fungsi energi tinggi dan rendah.

Bayi perempuan prematur cenderung mengalami penurunan aktivasi sistem saraf simpatik jantung. Hal ini merupakan penanda awal penyakit kardiovaskular dan selanjutnya memperlambat denyut jantung yang menyebabkan gagal jantung. Sedangkan, bayi laki-laki prematur kekurangan refleks bawaan yang biasanya membawa tekanan darah mereka kembali normal saat terlalu rendah atau terlalu tinggi.

"Bayi yang lahir pada minggu ke-35 kehamilan umumnya dianggap berisiko sangat rendah untuk morbiditas dan mortalitas setelah kelahiran," kata Beth Allison dari Universitas Monash di Melbourne Australia yang dikutip Zeenews, Senin (6/11/2017).

Karena itu, pada studi ini ditegaskan bahwa kelahiran prematur menyebabkan disfungsi kardiovaskular di masa dewasa. Temuan ini sangat penting, karena bayi prematur sering dianggap lolos dari morbiditas jangka panjang yang diketahui berdampak pada bayi yang sangat prematur.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Experimental Physiology ini meneliti model pra-klinis kelahiran prematur pada dombat yang dibius untuk menginduksi persalinan dini (atau diperbolehkan melahirkan secara alami).

Progeni diikuti sampai 1 tahun. Kemudian, mereka menjalani res ekstensif untuk fungsi kardiovaskular dan metabolik.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya