Pemuda Papua Banyak yang Minder, Padahal Kaya Bakat! Nge-rap Salah Satunya

Vessy Frizona, Jurnalis
Sabtu 28 Oktober 2017 13:50 WIB
Pemuda Papua (Foto: IndonesiaUnicef)
Share :

KEHIDUPAN masyarakat Papua memang jauh tertinggal dari penduduk ibu kota. Tak terkecuali anak mudanya. Semangat anak muda untuk berkarya dan menunjukkan potensi mereka masih sangat kurang.

Jika melihat lebih dekat, di Papua banyak anak muda yang menganggur. Pekerjaan mereka hanya bermain, diam di rumah, atau melakukan kegiatan yang tak ada manfaatnya, seperti nongkrong dan buruknya lagi hobi mabuk.

Menurut pengakuan Rini Dewarusi Nebore Gebze S. SOS., selaku Ketua TP. PKK Kabupaten Merauke, pemuda di Papua merasa mereka tidak mampu dan tidak bisa melakukan apa-apa.

 BACA JUGA:

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2017, istri Bupati Papua ini berupaya untuk terus memberi semangat agar pemuda Papua dapat menjadi individu yang mandiri dan mampu bersaing secara nasional maupun global.

"Remaja Papua masih punya rasa minder yang sangat tinggi. Mereka berpikir saya tidak mampu, saya tidak bisa. Oleh sebab itu hal pertama yang akan saya lakukan adalah melakukan kampanye untuk mangatakan bahwa mereka bisa, mereka cantik, dan tampan, serta pintar," ujar Rini kepada Okezone saat ditemui usai diskusi Perlindungan Anak dan Perempuan yang juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise di Merauke.

Lebih lanjut istri Bupati Merauke ini mengatakan, ia akan terus berusaha memotivasi agar pemuda Papua tahu jika dirinya mampu. Sehingga hasil kampanye itu dapat mereka jadikan bahwan renungan, kemudian munculah rasa percaya diri dan mereka dapat melihat potensi dirinya. Wanita kelahiran 17 Agustus 1971 ini juga menyampaikan bawa pemuda Papua diberkati banyak bakat.

"Mereka sebetulnya potensial, hanya saja kurang mengeksplorasi diri. Pemuda Papua punya bakat membaut kerajinan tangan, mengelola kebun, bakat olahraga, musik, dan banyak juga yang jago nge-rap, sama seperti saya," ungkapnya sedikit narsis.

Di Papua, sambung Rina, ada komunitas-komunitas Rap. Tapi sayangnya anak muda hanya berani unjuk bakat di komunitasnya saja.

 BACA JUGA:

"Makanya, saya terus mendukung komunitas tersebut, tapi bukan dengan ikut nge-rap karena saya sudah tidak aktif lagi. Tetapi saya sering datang melihat mereka latihan dan memotivasi. Belakangan ini juga sudah banyak pemuda Papua yang mencoba membuat film. Berarti terlihat bahwa mereka sebenarnya bisa," tukas Rini penuh semangat.

(Dinno Baskoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya