Hal itu didukung dengan fakta lebih dari 70 persen orang tua di Indonesia masih mengandalkan pendapatan bulanan untuk biaya pendidikan anak dan seperempatnya mengaku tidak memiliki referensi tentang besarnya dana pendidikan yang harus dialokasikan.
“Melalui Sun Life Edufair 2017, kami berharap pemahaman mengenai perkembangan dunia pendidikan akan terus meningkat dan semakin banyak keluarga Indonesia yang sadar untuk mulai menyusun perencanaan keuangan yang tepat untuk pendidikan anak,”ungkapnya.
Melalui acara ini, masyarakat dapat menggali informasi lebih dalam dari pakar pendidikan mengenai tema-tema menarik diantaranyapola asuh anak di era digital, serta tren pendidikan yang mampu meningkatkan potensi dan daya saing anak.
Sun Life memahami bahwa era digital juga berperan penting menambah wawasan anak untuk mencoba berbagai hal baru yang sesuai dengan minat dan aspirasi anak. Untuk itu, Sun Life juga menghadirkan sekolah non-formal, seperti sekolah musik, seni, robotik, coding, fotografi, jurnalistik, bahkan sekolah boga, sebagai referensi bagi keluarga Indonesia dalam membantu mengembangkan potensi anak.
“Sun Life Edufair 2017 menjadi momentum yang tepat untuk membangun perspektif terutama bagi generasi muda yang tumbuh di era digital. Perspektif baru ini penting karena memiliki implikasi pada perencanaan keuangan yang sesuai dengan pendidikan yang akan ditempuh. Dengan cara pandang baru yang sesuai dengan perubahan zaman, orang tua di Indonesia diharapkan mampu mempersiapkan