Kemudian, efek samping lainnya adalah risiko kristalisasi vitamin C di dalam ginjal juga bisa terjadi. "Ini bisa terjadi akibat vitamin C yang tidak larut secara baik di dalam pembuluh darah. Alhasil, kemungkinan besar adanya kristal vitamin C itu di dalam ginjal. Kalau terbentuk, maka masalah ginjal bisa terjadi," sambung dr. Amalia.
Sementara itu, terkait dengan cairan kolagen, meskipun manfaatnya sama, tapi memang hasilnya tidak bisa langsung didapatkan. Itu terjadi karena cairan kolagen yang Anda minum harus melalui proses pencernaan dulu baru akhirnya bisa didapatkan hasilnya.
Ketahuan hasilnya pun sangat tergantung dari kondisi pasien itu sendiri. Ada yang memang punya gen baik terhadap paparan kolagen, ada juga yang memang sulit untuk menyerap kolagen.
"Meski begitu, proses yang terjadi bisa dikatakan alami dan tidak begitu menyebabkan risiko kesehatan. Jadi, aman kalau dilakukan secara terus menerus," ungkapnya.
Kemudian, cairan kolagen yang dikonsumsi tidak akan berubah menjadi kontaminan di dalam tubuh. Sebab, kolagen yang dikonsumsi bisa dikatakan sesuai dengan apa yang tubuh butuhkan. Jadinya tidak berbahaya bagi tubuh.
(Helmi Ade Saputra)