CELANA dalam menjadi benda penting untuk melindungi kesehatan Miss V. Nah, ganti celana dalam jangan hanya setelah mandi, selepas bercinta lakukan hal yang sama.
Saat bercinta, Anda sudah pasti menanggalkan semua pakaian. Tapi kalau sudah klimaks dan harus membersihkan diri, sebaiknya ganti pakaian bersih dan juga celana dalamnya.
Alih-alih Anda tak perlu menggunakan pakaian lagi setelah bercinta. Para ahli mengatakan, tidur telanjang akan lebih baik manfaatnya.
Nah, kalau Anda ingin tetap pakai celana dalam, ganti dengan yang bersih. Selain bau, pasti pakaian dalam Anda sudah terpapar bakteri dan kuman, bahkan ada virusnya.
(Baca Juga: Putra Jokowi Pamer Foto Kecil Pakai Baju Kebesaran, Netizen: Mas Gibran Mirip Bapak!)
Tak hanya itu, ada hal lain yang lebih penting dilakukan setelah Anda bercinta. Simak ulasannya berikut ini dilansir Timesofindia, Jumat (20/10/2017).
Kencing
Usai orgasme lebih baik kencing dulu saat membersihkan Miss V. Cara ini penting dilakukan untuk menyingkirkan bakteri yang bisa masuk lewat lubang Miss V akibat berhubungan seks. Juga, kencing dapat dilakukan untuk mencegah infeksi saluran kemih yang mengganggu.
Basuh dan keringkan Miss V
Usai berhubungan seks Anda juga harus membasuh Miss V dengan air biasa. Lalu, keringkan menggunakan tissue kertas. Sebaiknya, hindari mengeringkan Miss V dengan handuk bekas, karena risiko paparan bakteri semakin besar.
Ganti pakaian dalam
Miss V sangat rentan bau dan terpapar bakteri usai bercinta. Nah, setelah Anda membasuh dan mengeringkannya, langsung ganti celana dalam bersih untuk meminimalisir risiko paparan bakteri penyebab infeksi.
Ketahui kondisi Miss V
Usai berhubungan intim, biasanya terjadi perubahan pada Miss V. Entah itu mengeluarkan cairan berlebihan atau bau yang menyebabkan ketidaknyamanan. Kalau Anda sering mengalaminya, segera cek ke ginekolog ya.
(Baca Juga: VIRAL! Guru Bahasa Inggris di Thailand Cantiknya Bikin Betah di Kelas!)
Jaga kesehatannya
Bila wanita selalu menjaga kesehatan Miss V, And berkontribusi mencegah berbagai penyakit. Seperti infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual, hingga penyakit kanker.
(Helmi Ade Saputra)