WANITA Tiongkok Lou Tao (29) membuat surat wasiat yang tak disangka oleh siapapun. Bila dirinya meninggal dunia nanti, dia menyumbangkan organ kepala untuk bahan percobaan sesuatu hal dalam sebuah penelitian.
(Baca Juga: Seorang Ibu Harus Kehilangan Puting Payudara, Alasannya Bikin Ngeri!)
Mahasiswa Peking University tersebut saat ini menjadu salah satu kandidat peraih gelas PhD (Profesor). Kabarnya, dua tahun belakangan dia menderita penyakit neuron.
"Setelah meninggal dunia, saya ingin melepaskan kepala saya untuk penelitian medis. Dengan harapan penyakit saya dapat sembuh," kata Lou dalam surat wasiatnya, yang telah diterbitkan secara online
Bahkan, orangtua Lou menandatangani dokumen donor organ manusia. Niat Lao sangatlah mulia, mengingat dirinya juga merupakan calon profesor yang berkaitan erat dengan profesi meneliti.
Di sisi lain, para pendukung Lou telah berhasil mengumpulkan USD 205.461 atau setara untuk membantu perawatan medisnya.
Sebelum didiagnosis, Ms Lou berharap bisa menjadi profesor sejarah setelah lulus. Tapi dia turun dengan penyakitnya secara tidak terduga.
Pada bulan Oktober 2015, Ms Lou pertama kali menemukan bahwa dia tidak bisa memindahkan salah satu jari kakinya. Tiga bulan kemudian, dia didiagnosis menderita penyakit motor neuron. Lou dirawat di rumah sakit pada bulan Januari.
(Baca juga: Ayo Dukung Achintya Nilsen di Miss World 2017! Begini Caranya)
Dalam surat wasiatnya, Ms Lou juga menyatakan keinginannya untuk menyumbangkan semua organ lainnya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Dia juga tidak menginginkan pemakaman setelah dia meninggal dan menolak belasungkawa dari keluarga dan teman.
"Makna hidup tidak ditentukan oleh berapa lama atau singkatnya kehidupan, melainkan diukur dari kualitas kehidupan seseorang," kata Ms Lou dalam surat wasiatnya, menambahkan bahwa ia ingin "meninggalkan dengan bermartabat".
"Tolong biarkan saya pergi dengan tenang, tanpa jejak, seolah-olah saya belum pernah berada di dunia ini," katanya dalam surat wasiatnya.
Dari niat baiknya itu, Lao patut diacungi jempol. Karena tidak semua orang mau melakukannya, seperti dirinya. Demikian dilansir Asiaone, Rabu (18/10/2017).
(Helmi Ade Saputra)