LOGIKANYA, ketika jatuh cinta seharusnya hati hanya untuk satu orang saja, dan tak ada sisa untuk orang lain. Tapi, kenyataannya jatuh cinta sungguh menguras emosi.
Sebab, hati bisa terbawa pada dua arah. Meski, perlu dicatat ada perbedaan antara nafsu dan cinta. Nafsu mungkin mewakili lebih ke arah hal-hal yang banyak bersifat fisik, chemistry seksual dengan pasangan, dan ini kemungkinan akan menjadi urusan jangka pendek.
Jika seseorang terjebak dalam gagasan "nafsu" saat jatuh cinta dengan orang lain, maka berisiko kehilangan stabilitas dan keintiman yang mengakar sehingga sangat samar untuk berkomitmen.
Tapi mari coba asumsikan bahwa Anda sebenarnya jatuh cinta pada dua orang dalam waktu bersamaan. Apa yang akan Anda lakukan ladies? Untungnya ada Shlomo Zalman Bregman, seorang pakar relationship di New York, yang akan berbagi cara menavigasi hasrat hati.
BACA JUGA: