DALAM rangka bertujuan untuk memuaskan diri sendiri dan pasangan, ketika melakukan hubungan intim tidak sedikit kaum pria yang masih hobi untuk mengonsumsi obat kuat Viagra alias si pil biru.
Well, memang pil biru ini kerap dianggap sebagai obat ajaib untuk mengatasi masalah kaum Adam dalam bercinta yakni disfungsi ereksi yaitu adalah kondisi dimana penis tidak bisa ereksi dengan keras saat melakukan kegiatan intim tersebut. Sehingga akhirnya banyak pria yang merasa tidak bisa optimal bercinta jika tidak mengonsumsi viagra sesaat sebelum berhubungan seks.
Padahal tahukah Anda, bahwa pil yang memiliki nama ilmiah " Slidenafil Sitrat" ini walaupun mungil dan dianggap menolong, juga hadir dengan sederet efek samping yang membahayakan tubuh. Penasaran? Berikut sudah Okezone rangkumkan dari berbagai sumber, ulasan seputar efek samping mengonsumsi viagra untuk kesehatan.
1. Sakit kepala: Efek samping paling umum dari mengonsumsi obat satu ini ialah bisa menjadi pemicu hadirnya sakit kepala, mual, dan menurunnya kesadaran.
2. Buta warna sesaat : Disebutkan bahwa pria yang meminum viagra, biasanya akan mengalami kondisi buta warna sesaat. Lebih tepatnya tidak bisa membedakan warna biru dengan hijau, selain itu biasanya juga disertai dengan pandangan yang mengabur. Maka dari itu biasanya setelah mengonsumsi viagra, tidak dianjurkan untuk mengemudikan kendaraan.
3. Sakit kandung kemih : Viagra juga diketahui bisa menjadi penyebab terjadinya sakit pada kandung kemih, nyeri pada alat vital sampai frekuensi buang air kecil yang meningkat drastis. Jika mengalami kondisi ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
4. Serangan jantung : Tahukah Anda bahwa pemakaian viagra sebenarnya tidak bisa dilakukan asal, karena harus dengan resep dokter. Pasalnya, pada beberapa kasus tertentu, viagra mungkin saja bisa menimbulkan masalah jantung. Dengan berkonsultasi dan mendapatkan resep dari dokter, setidaknya dosis pemakaian yang dianjurkan menjadi lebih jelas.
5. Priapisme: Dibalik imejnya sebagai obat penolong khusus pria, pil biru juga diketahui dapat menyebabkan terjadinya priapisme yaitu suatu kondisi saat alat vital mengalami ereksi hingga berjam-jam bahkan lebih dari empat jam lamanya. Sehingga ketika hal ini didiamkan begitu saja, nantinya bisa merusak jaringan alat vital yang proses penyembuhannya memerlukan waktu relatif lama.
(Renny Sundayani)