Sebenarnya, ketika benda asing atau bakteri jahat masuk ke dalam tubuh, entah itu dari makanan atau bukan, tubuh akan langsung melakukan perlawanan. Perlawanan ini dilakukan oleh sel darah putih yang menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh Anda.
Saat bakteri yang ada di dalam makanan masuk ke dalam tubuh, maka secara otomatis sel darah putih akan berusaha menghentikan perkembangan serta mematikan bakteri tersebut. tetapi jika bakteri lebih kuat – entah itu dari segi jumlah atau jenis – maka sel darah putih pun kalah kemudian Anda akan alami berbagai gejala.
Tubuh bukannya kebal, tapi sistem kekebalan tubuh yang meningkat
Bila Anda tidak sakit akibat jajan sembarang – sementara teman Anda lainnya jatuh sakit – maka bukan berarti Anda sudah kebal akan bakteri penyakit. Anda masih bisa mengalami tipes, diare, atau berbagai penyakit infeksi lainnya dari bakteri yang sama. Namun ketika bakteri pertama menyerang kemudian menurunkan sistem imunitas Anda, bukan berarti pasukan sel darah putih yang Anda miliki kalah dalam ‘perang’.
Sel darah putih tetap melakukan perlawanan, meskipun pada akhirnya kalah dan Anda mengalami beberapa gejala tertentu, misalnya mual, muntah, dan diare. Walau kalah perang namun sistem kekebalan tubuh Anda memiliki kemampuan untuk mengingat lawannya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika suatu saat bakteri tersebut menyerang kembali di masa datang.
Bila bakteri dengan jenis dan jumlah yang sama kembali menyerang tubuh, maka sel darah putih Anda tidak akan mudah untuk kalah. Kondisi ini yang mungkin membuat Anda tidak jatuh sakit meski berkali-kali makan makanan yang terkena kontaminasi.