Lebih lanjut, dikatakan Esthy bahwa fashion seperti halnya kuliner dan suvenir atau cinderamata, menjadi bagian penting pemberi kontribusi bagi sektor pariwisata."Sebagian besar pengeluaran wisatawan dibelanjakan untuk ketiga produk ini, selain akomodasi hotel dan transportasi,” tambahnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama desainer sekaligus Project Director IMFW 2017, Jeny Tjahyawati mengungkapkan, dunia fashion modest Indonesia pada dasarnya harus terus didorong. Hal ini karena mengingat potensi para desainer lokal Indonesia sangat besar dibandingkan dengan negara lain.
“Kreativitas desainer Indonesia begitu mumpuni dan memiliki daya saing global dalam karya-karya apik mereka. Dengan sentuhan material lokal yang kerap digunakan para desainer Tanah Air, tentunya menjadi daya tarik tersendiri, tidak saja bagi modest fashion tetapi juga promosi efektif bagi Indonesia di kancah dunia,” tutur Jeny.
Gelaran IMFW 2017 ini sendiri kurang lebih akan menghadirkan 150 tenant dan karya-karya dari 60 desainer, mulai dari Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Australia hingga Timur Tengah. Selain itu, akan ada workshop yang menghadirkan pembicara dari kreator fashion dan pebisnis. Kabar baiknya, para pengunjung tidak akan dikenakan biaya tiket masuk, alias gratis!
(Helmi Ade Saputra)