Hingga kini, lanjut dia, kelima pasien yang menjalani perawatan di RSUD Loekmono Hadi Kudus belum bisa dipastikan menderita MERS, karena masih harus menunggu hasil uji di Laboratorium Litbang Jakarta. Dari hasil rontgen, kata dia, hanya mengalami gangguan pernaafasan atau pneumonia biasa.
(Baca Juga: 2 Orang Tertular Mers-COV di Arab Saudi, Menkes Minta Jamaah Haji Hati-Hati)
Ia mengakui, pada awal ada pasien dengan gejala MERS, RSUD Loekmono Hadi Kudus belum siap, namun saat ini sudah siap. Selain tersedia ruangan isolasi serta kelengkapan sarana dan prasarananya, kata dia, sumber daya manusia (SDM) juga sudah siap. "Dokter dan perawat yang akan menangani pasien gejala MERS, juga diikutkan seminar dan pelatihan khusus penanganan MERS," ujarnya.
Ia mengimbau, warga yang pernah menjalankan ibadah haji memiliki keluhan demam dengan suhu badan hingga 38 derajat celcius selama tujuh hari yang disertai sesak nafas yang berat dan batuk produktif, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk menjalani penanganan lebih lanjut.
(Muhammad Saifullah )