Atrofi Miss V (atrofik vaginitis) adalah penipisan dan peradangan pada dinding Miss V akibat penurunan estrogen. Atrofi Miss V paling sering terjadi setelah menopause, tetapi bisa juga berkembang selama menyusui atau pada saat produksi estrogen menurun. Bagi banyak wanita, atrofi Miss V bisa membuat hubungan seks terasa menyakitkan.
Terapi laser Miss V menurut sebuah penelitian mampu mengurangi gejala atrofi vagina dan mengurangi rasa sakit saat berhubungan seksual. Penelitian ini berlangsung selama 12 minggu dan melibatkan 50 wanita, di akhir penelitian, 84% wanita merasakan kondisi mereka membaik setelah melakukan terapi laser Miss V. Demikian ditulis situs Hellosehat.
Baca Juga:
Selain Minum Teh Hijau, 3 Tips Ini Jamin Tubuh Anda Cepat Kurus
Waspadai! Nyeri Jantung Dikira Angin Duduk, Jangan Langsung Kerokan!
Sebelum Memulai Aktivitas, Lakukan 5 Olahraga Ini agar Pikiran dan Tubuh Tidak Stres!
Alasan Lily Collins Betah Balik Lagi Liburan ke Paris, Ini Jawabannya!
(Tuty Ocktaviany)