Bukan Lupa Ingatan Masa Lalu, Inilah Gejala Awal Menderita Alzheimer

Vessy Frizona, Jurnalis
Sabtu 30 September 2017 20:32 WIB
Ilustrasi penderita Alzheimer (Foto: Alzheimer)
Share :

ALZHEIMER merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat. Ditambah kemampuan penurunan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.

Dalam bahasa sehari-hari, kondisi seperti di atas sering disebut dengan pikun. Dokter dr. Edduward Riyadi, Spk selaku Kasubit Bidang Kesehatan Jiwa Dewasa dan Lansia Kementerian Kesehatan RI mengatakan sejauh ini Alzheimer belum ada obatnya. Namun pencegahannya bisa dilakukan sejak dini.

"Alzheimer kerap dialami saat usia lanjut, yakni sekitar di atas 60 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan penderita juga datang dari usia 22 tahun. Faktor penyebabnya dari gaya hidup dan ada pula sedikit faktor genetik," kata dokter Edduward saat ditemui Okezone dalam Konferensi Pers Alzheimer Asia Pasifik di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9/2017).

Ia menjelaskan faktor genetik hanya di bawah lima persen. Faktor risiko lainnya bermacam-macam bisa dimodifikasi.

Sementara itu, tanda-tanda menderita Alzheimer awal bisa dilihat dari perilaku sehari-hari. Dokter spesialis Neorologis, dr Yuda Turana Sps., menjelaskan penderita risiko mengalami Alzheimer bisa terbaca ketika seseorang mengalami kelupaan memori baru, bukan memori lama.

"Kalau misalnya lupa kejadian beberapa tahun lalu yang sudah lampau itu bukan tanda Alzeimer, tetapi lupa hal yang baru dilakukan itu merupakan tanda Alzheimer. Misalnya, lupa sudah makan atau belum, kemudian baru kenalan lalu lupa namanya, lupa meletakkan benda, dan lupa hal-hal yang baru terjadi lainnya," kata dokter Yuda.

Lebih rinci ia menjelaskan gaya hidup seperti pola makan tidak teratur, kolesterol, stress, merokok, dan banyak memendam masalah dapat menjadi pemicu Alzheimer.

"Untuk itu disarankan agar menjaga pola makan teratur, mengecek kolesterol, mencegah obesitas, tidur cukup, jangan stress, dan bercerita. Kalau ada masalah jangan dipendam, serta berolahraga," ungkapnya.

Ia menambahkan curhat itu bagus untuk mengkomunikasikan segala persoalan. Kalau mau berolahraga lakukan dengan senang hati. Kalau anak muda lari itu bagus, dan untuk lansia disarankan berjalan kaki 30 menit setiap pagi.

(Dinno Baskoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya