Berstatus Awas, Ini 3 Antisipasi untuk Wisatawan jika Terjadi Letusan Gunung Agung Bali

Annisa Aprilia, Jurnalis
Rabu 27 September 2017 12:39 WIB
Gunung Agung Bali (Foto: Antara)
Share :

MASYARAKAT Indonesia tengah tertuju perhatiannya pada Gunung Agung. Pasalnya, gunung yang berada di Pulau Dewata tersebut dalam beberapa waktu belakangan ini tengah menunjukkan peningkatan aktivitas yang cukup membahayakan manusia sekitarnya.

Gunung Agung yang masuk dalam kawasan Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali telah dinaikkan Level III Siaga menjadi Level IV Awas, terhitung mulai 22 September 2017 waktu 20.30 setempat, seperti yang tertulis dalam laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi, Rabu (27/9/2017). Peningkatan aktivitas menjadi level IV Awas ini artinya gunung api telah menunjukkan potensi untuk terjadi erupsi.

Biasanya, pada status awas, gunung api akan mengalami letusan utama, untuk selanjutnya diikuti dengan letusan awal, bersamaan dengan semburan abu dan juga uap. Kemudian erupsi besar pun terjadi. Dalam tahap ini erupsi besar akan berlangsung selama 24 jam lamanya.

Masih dari yang tertulis dalam laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi, melalui rekaman yang ditunjukkan seismograf, pada 19 September 2017 terekam 427 kali gempa vulkanik dalam, 20 kali gempa vulkanik dangkal dan 11 gempa tektonik lokal. Sedangkan pada 26 September 2017, kemarin pada 00.00 waktu setempat hingga 06.00 telah terekam 74 kali gempa vulkanik dangkal, 86 kali gempa vulkanik dalam dan 5 kali gempa tektonik lokal.

Bali yang merupakan salah satu tujuan wisata favorit wisatawan nusantara dan mancanegara ini tentu sangat jadi pusat perhatian ketika terjadi fenomena alam seperti ini. Untungnya, sampai saat ini belum ada penundaan dari kepulangan atau keberangkatan para wisatawan dari nusantara maupun mancanegara ke Bali.

“Dampak peningkatan aktivitas dari Gunung Agung terhadap kegiatan wisatawan mancanegara maupun nusantara di Bali sampai sekarang belum ada penundaan. Para wisatawan tetap datang ke Bali, yang pulang pun tetap pulang,” ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam kesempatan Rakornas Kepariwisataan III Tahun 2017, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Lebih lanjut, Kementerian Pariwisata yang bertanggung jawab penuh dengan keberadaan para wisatawan di Bali pun telah membuat antisipasi jika memang terjadi erupsi nantinya. Sejumlah bandar udara, transportasi, akomodasi pun telah disiapkan.

“Kemenpar yang bertanggungjawab dengan keberadaan wisatawan di Bali telah membuat antisipasi, misal bandara mana saja yang bisa digunakan, bus untuk mengangkut para wisatawan ke tempat yang lebih aman, akomodasi akan melakukan apa jika terjadi penundaan waktu pulang, karena mereka tidak mungkin menarik tarif 100 persen jika terjadi letusan,” ucapnya.

Kementerian Pariwisata melalui Menterinya, yaitu Arief Yahya mengatakan akan melayani wisatawan seandainya terjadi erupsi Gunung Agung. Dengan rumus 3A yang menjadi andalannya, yaitu Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas, mereka akan mengupayakan yang terbaik bagi para wisatawan, yang selama ini diketahui sebanyak 15 ribu orang tiap harinya mengunjungi Bali.

(Vien Dimyati)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya