PERNAH iseng mengukur temperatur udara akhir-akhir ini? Jangan heran jika angka temperatur yang muncul adalah 38 derajat Celcius. Paparan sinar matahari di luar ruang juga terasa sangat tajam dan menusuk di kulit. Pun, dengan udara sepanas ini, hanya berdiam diri di dalam ruangan saja bisa membuat keringat mengucur. Tentu tak nyaman rasanya, apalagi jika Anda harus tetap beraktivitas.
Tak heran jika ruangan yang dilengkapi dengan penyejuk udara atau AC (air conditioner) kini menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Terutama bagi Anda yang tinggal di kota besar. Bayangkan saja betapa nyamannya berada di dalam ruangan dengan hembusan hawa sejuk dari perangkat AC (air conditioner), apalagi setelah beraktivitas di luar ruang.
Berlama-lama di bawah hembusan AC memang tak menjadi masalah memang bila di rumah terpasang AC inverter. Namun masalah muncul ketika AC rusak, entah itu tidak menyala maupun AC terasa tidak dingin. Sekadar gambaran, ada tiga komponen utama AC yang bila rusak, akan mengakibatkan kerja tak optimal atau bahkan AC mati. Ketiga komponen utama tersebut adalah kompresor, kondensor, dan modul PCB.
Di luar dari usia pemakaian, kesalahan perilaku saat menggunakan AC atau pilihan kapasitas yang tak sesuai, dua hal berikut juga menjadi penyebab rusaknya ketiga komponen utama AC ini.
Tegangan Listrik Tak Stabil
Seperti juga perangkat elektronik lainnya, tegangan listrik tak stabil seringkali menjadi penyebab rusaknya AC. Tegangan listrik yang tiba-tiba turun mempengaruhi kerja hampir seluruh perangkat dalam sebuah AC.