SELAIN Korea Selatan, Singapura, Thailand, ataupun Malaysia, Negeri matahari terbit, Jepang di lingkup wilayah benua Asia, tidak dipungkiri memang biasanya menjadi pilihan destinasi banyak wisatawan, baik dari Indonesia ataupun wisatawan dari negara-negara lainnya.
Akan tetapi, sayangnya tidak bisa disangkal bahwasanya selama ini jika bicara soal berwisata ke Jepang. Maka rute yang dipilih adalah ‘golden road’ atau dengan kata lain area-area pilihan utama di Jepang yakni hanyalah Tokyo, Osaka, Kyoto, dan Gunung Fuji yang telah menjadi tujuan populer dan mainstream. Hal ini sendiri diungkapkan oleh Hiroyuki Fuji selaku manager international promotion section dari Hokkaido Tourism Organization.
“Memang kalau bicara wisata Jepang, Hokkaido masih kurang tenar jika dibandingkan dengan Tokyo dan Osaka. Kebanyakan turis itu pasti pilih tujuan golden road, apalagi kalau bukan Tokyo, Osaka, Kyoto, dan Gunung Fuji. Makanya sejak tiga sampai empat tahun belakangan ini sedang digalakkan promosi pariwisata Hokkaido,” ungkap Hiroyuki Fuji saat ditemui Okezone, Selasa (26/9/2017) dalam acara gathering ‘Visit Hokkaido’ di bilangan Jakarta Pusat.
Hiroyuki menambahkan, untuk memudahkan akses menuju Hokkaido bahkan sekarang sudah tersedia Shinkansen alias kereta cepat. “Sejauh ini, area di Hokkaido memang yang paling banyak dikunjungi ialah area selatan dan tengah. Kenapa? Karena ada akses Shinkansen dari Tokyo dengan jarak tempuh kurang lebih 4 jam saja. Sebelum ada kereta cepat ini, turis harus naik pesawat dan menyebrang dahulu,” tambahnya.
Kurang tenarnya Hokkaido jika dibandingkan Tokyo dan Osaka, tentunya sangat disayangkan, padahal sejatinya, Hokkaido juga menawarkan sajian berwisata yang lengkap dan tidak kalah menarik loh! Pasalnya, di Hokkaido sendiri ditawarkan banyak tempat wisata menarik mulai dari wisata pemandangan alam yang indah, wisata kuliner lokal, wisata kuliner ramah untuk Muslim, hingga wisata olahraga musim dingin seperti ski, snowboard dan sebagainya.
Hokkaido keempat sisinya dikelilingi lautan, yakni Samudera Pasifik, Laut Jepang, dan Laut Okhotsk dengan skema geografis bervariasi mulai dari pegunungan hingga pedesaan. Layaknya benua Eropa, Hokkaido mempunyai empat musim yakni musim semi dari bulan Maret hingga Mei, lalu musim panas di akhir bulan Juni sampai Agustus, musim gugur di bulan September hingga November, dan musim dingin dari Desember sampai Februari.
Salah satu pengalaman berwisata yang hanya bisa dirasakan dengan mengunjungi pulau yang memiliki besar sekitar 22% dari area Jepang ini alias sekitar 84.000 kilometer persegi, ialah wisata kapal pemecah es di Abashiri, Mombetsu. Saat musim dingin, laut Okhotsk diketahui akan diselimuti oleh lapisan tebal gumpakan es yang biasa disebut dengan es apung. Berwisata kapal pemecah es ini, para wisatawan diajak untuk menaiki sebuah kapal Aurora dari Abashiri atau Garinko-go II dari Mombestsu, di mana nantinya kapan ini akan melaju membelah es lalu Anda pun menikmati pemandangan sekitar.
Selain wisata kapal pemecah es, di musim dingin Anda juga bisa berwisata menapaki es apung yakni berjalan di atas bongkahan es dengan mengenakan pakaian selam lengkap, tidak ubahnya seperti penduduk Jepang di bagian utara yang dahulu bepergian di atas es apung.
Tidak hanya berjalan, bahkan untuk yang bisa dan sudah memiliki lisensi menyelam maka wisata menyelami es apung yang juga masih berada di daerah Shari, bisa dilakukan. Berwisata menyelami es apung ini, Anda akan bisa melihat dunia misterius di bawah es apung yang tentu saja menakjubkan untuk dilihat langsung dengan mata telanjang.
Untuk yang ingin mencoba olahraga ski atau snowboard, Hokkaido tampaknya menjadi destinasi wajib dikunjungi. Sebab, disebutkan ada lapangan ski di setiap area Hokkaido yang di mana membuat para pengunjung bisa bermain ski dan snowboard di atas powder snow alias salju yang lembut bagai bubuk.
Sementara itu, buat orang-orang yang suka berwisata kuliner, Hokkaido dengan seafood sebagai komoditi unggulannya juga menawarkan ragam kuliner yang patut dicicipi. Mulai dari chowder soup yaitu hidangan sup yang terbuat dari kerang Sakhalin, lalu Atka mackerel dan salmon dari kota Rausu, nasi kepiting dari kota Oshamanbe, ayam goreng Kushiro, sup kari khas Sapporo dan masih banyak lainnya.
Sedangkan untuk wisata ramah untuk Muslim, mulai dari ragam restoran halal seperti kedai ramen, restoran organik, restoran masakan Indonesia, restoran makanan Jepang, dan restroan makanan Barat tersedia lengkap di area Sapporo, begitu juga dengan ruang-ruang sholat yang menjadikan turis Muslim bisa bepergian di Hokkaido dengan nyaman.
Tak hanya wisata alam, dan wisata kuliner, ataupun berbelanja di Sapporo, di Hokkaido bagi yang tertarik untuk wisata sejarah pun bisa mengunjungi situs sejarah Benteng Goryokaku di Hakodate, di mana benteng berbentuk bintang ini adalah tempat perang Hakodate pada paruh kedua abad ke-19 lalu.
Sementara itu untuk akses transportasi, berkunjung ke Hokkaido bisa menggunakan kereta api dan pesawat dengan tersedianya penerbangan domestik dari seluruh Jepang ke sembilan Bandar udara di Hokkaido, New Chitose, Asahikawa, Hakodate, Wakkanai, Okhotsk Monbetsu, Memanbetsu, Nemuro Nakashibetsu, Tancho Kushiro, dan Takachi Obihiro. Sedangkan selama berada di Hokkaido, pilihan transportasi umum sepeeti kereta ekspress, Japan rail pass, bus antar kota, hingga kapal feri bisa menjadi pilihan.