TAHUN BARU ISLAM: Bagaimana Cara Menyambut Tahun Baru Islam? Haruskah Meriah seperti Perayaan Tahun Baru Masehi?

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis
Kamis 21 September 2017 08:00 WIB
Ilustrasi perayaan tahun baru islam (Foto: Ibtimes)
Share :

Merayakan tahun baru Hijriah secara meriah dengan pesta kembang api, mengkhususkan dzikir jama'i, mengkhususkan salat tasbih, mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru Hijriah, menyalakan lilin, atau membuat pesta, jelas adalah sesuatu yang tak ada tuntunannya.

Pasalnya, penyambutan tahun Hijriah semacam itu tak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, Abu Bakr, 'Umar, 'Utsman, 'Ali, dan para sahabat lainnya. Apalagi bagi mereka yang memeriahkan tahun baru Hijriah yang hanya ingin menandingi tahun baru Masehi, sungguh hal tersebut merupakan perbuatan yang menyerupai orang-orang kafir.

Menyambut tahun baru Hijriah bukan dengan memperingati atau memeriahkannya. Namun, yang perlu diingat adalah bertambahnya waktu atau tahun maka semakin pula dekat dengan kematian.

Dalam sejarahnya, Rasulullah SAW dan para sahabat beliau serta umat terdahulu sebenarnya tidak mengharuskan umat Islam merayakan kedatangan tahun Hijriah. Namun, entah sejak kapan, sebagian umat Islam merayakannya dengan mengadakan beberapa acara yang bersifat Islami, meski terkadang ada yang kebablasan hingga keluar dari ajaran.

Ada pun beberapa adab yang sekiranya perlu dilakukan dalam menyambut kedatangan tahun Hijriah adalah: Niat yang ikhlas mengharapkan keridaan Allah SWT;

Mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya, nikmat kesehatan dan rezeki, serta bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikut beliau. Pada tahun baru ini, kita mensyukuri seluruh nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah di tahun sebelumnya agar nikmat tersebut bertambah;

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya