"Tanpa sadar orangtua telah mengajarkan bagaimana mengelola keuangan pada anaknya dengan cara yang salah karena biasanya hanya dilakukan satu arah. Anak belajar uang dari sikap orang tua, " ucap Ivy Widjaja, Head of Costumer Segmentation and Marketing) Permata Bank, saat kesempatan diskusi bersama #Bicarauang, Rabu (20/9/2017) di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan.
Lebih lanjut, Ivy katakan kebiasaan orang tua yang selalu memetakan tugas anak hanya sekolah, belajar dan bermain, sementara urusan uang biar jadi urusan orangtua itulah yang membuat bicara soal uang diantara anak dan orangtua jadi tidak dapat dibicarakan dan seakan tabu. Padahal, keluarga merupakan komunitas pertama dan terdekat dalam hidup anak.
Kemudian, bagaimana mengajarkan anak literasi keuangan? Dalam presentasi yang dilakukan Ivy, ada tiga cara anak bicara uang, antara lain:
1. Observasi
Dalam tahap pertama ini, anak akan mengamati apa yang dilakukan orang tuanya dan orang dewasa lainnya dalam menggunakan uang. Secara perlahan ia dapat memahami bagaimana pola penggunaan uang, hal tersebut yang nantinya akan berdampak pada perilaku keuangan anak kelak. Untuk itu, orang tua sebaiknya mulai memperbaiki kebiasaan perilaku keuangannya, agar anak dapat hidup lebih baik dan dapat lebih bijak menggunakan uangnya.
2. Membicarakannya