Memberikan Nama Anak, Jangan Hanya Ikut Tren! Orangtua Harus Pertimbangkan Hal-Hal Ini

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 19 September 2017 14:17 WIB
Ilustrasi (Foto: Nutritionnews)
Share :

SEKARANG ini orangtua gemar memberikan nama anaknya dengan nama yang terkesan modern. Bahkan, nama yang disematkan pun bisa menunjukan kedudukan tertentu.

Tapi, apakah cara tersebut baik? Apalagi jika orangtua semata-mata mengikut trend? Psikolog Ajeng Raviando menjelaskan kepada Okezone secara mendalam mengenai pemberian nama ini.

Menurut Ajeng, hal pertama yang harus dipertimbangkan orangtua dalam memberikan nama adalah kesadaran mereka bahwa nama akan melekat seumur hidup. Kalau itu sudah ada, maka seharusnya tidak ada lagi orangtua yang memberikan nama terlalu rumit. Meskipun sebetulnya nama adalah doa untuk si anak itu sendiri.

"Pertimbangan ini sangat mendasar. Dengan nama yang terlalu panjang atau sulit dilafalkan, itu akan membuat si anak susah dalam menyebutkan namanya sendiri," terangnya pada Okezone, melalui telewicara Senin pagi (18/9/2017).

Ajeng menuturkan, dirinya pernah mendapatkan klien yang mana si anak ini tidak mau menyebutkan namanya sendiri. "Nggak mau, ah. Nama aku susah jadinya males," cerita Ajeng menirukan kliennya, saat diminta menyebutkan namanya.

Selain itu, pertimbangan lainnya adalah jangan memilih nama anak yang terkesan aneh. Ingat, nama adalah doa. Bagaimana pun nama itu yang nantinya akan ada di kehidupan anak Anda seterusnya.

Ajeng juga menceritakan, dirinya pernah menerima klien yang namanya aneh. "Iya, namanya Kacung Kampret. Saya aja mau nyebutnya jadi risih sendiri. Tapi ternyata cerita di belakangnya yang membuat saya mengerti kenapa dia punya nama begitu," sambung Ajeng.

Dia melanjutkan, jadi, kliennya ini punya orangtua yang mana sebelumnya sangat sulit untuk bisa punya anak. Lebih tepatnya, selalu keguguran atau kematian setelah lahir. Nah, karena rasa trauma itu, akhirnya orangtuanya tidak berani memberikan nama.

Sampai akhirnya si pria berusia 30 tahun ini bersekolah SD. Teman-temannya sering memanggil dia dengan sebutan "Kacung Kampret". Dan kelulusan pun tiba. Karena dia tak bernama, akhirnya pihak sekolah menuliskan namanya "Kacung Kampret" karena dianggap itulah namanya, sebab teman-teman dia memanggil nama itu ke kliennya.

Ajeng menambahkan, perlu disadari juga bahwa nama yang terkesan aneh, sulit, atau terlalu panjang itu akan membuat anak merasa minder dan tidak percaya diri. Bahkan, pada beberapa kasus membuat si anak merasa terkucilkan karena diolok-olok temannya. "Intinya, akan akan merasa tidak nyaman dengan namanya sendiri dan kalau sudah begitu akan merugikan si anak sendiri," pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya