Suasana di apotek yang selalu ramai itupun sontak sunyi dan hening. Orang-orang yang ada di dalam apotek spontan berhenti melakukan kegiatan karena mendengar sepatah kalimat yang terucap dari seorang pria tua salah satu pelanggan setia apotek. Kakek yang kemudian diketahui bernama Smith tersebut, berdiri di depan Morales dengan anak-anak sungai di pipinya.
“Sulit mengatakan hal ini sebenarnya, karena saya selalu berharap saya yang seharusnya pergi lebih dulu sebelum dia. Bangun tidur hari ini sangat berbeda rasanya, melihat sisi tempat tidur kosong sungguh menyayat hati, dia adalah pasangan sekaligus teman tebaik dan kekasih yang saya miliki,” lanjut Smith pada Morales.
Morales yang tengah berhadapan dengan Smith tidak dapat berkata sepatah kata pun, bahkan ia harus menahan air matanya sendiri. Begitu pula, teman-teman di apoteknya, berlinang air mata.
“Saya berjanji padanya, saya akan hidup dan menganggap serius kehidupan dengan rutin meminum obat. Saya akan meneruskan janji saya padanya,” ucap Smith dengan linangan air mata di pipinya.
“Dia selalu mengawasi saya dari surga dan dia merupakan malaikat terbaik yang pernah saya minta dan hadir di kehidupan saya,” ucap Smith pada Morales.
(Baca Juga: Kisah Romantis Bung Tomo dan Sang Istri)