ANAK-anak Indonesia masih banyak yang mengalami stunting atau kerdil. Penyebab utamanya yaitu masa kehamilan, seorang ibu tidak memperbaiki status gizinya yang membuat berat bayi lahir rendah.
Negara kita masih banyak mengalami stunting dan kekurangan gizi. Sebaiknya, masalah ini sudah tidak terjadi.
Berdasarkan data Riskesdas 2013 sebanyak 37,2% anak Indonesia mengalami stunting. Karena banyak upaya yang dilakukan pemerintah, angka stunting bisa menurun menjadi sekira 27,5%.
"Seharusnya tidak ada lagi stunting di indonesia. Kita coba evaluasi pemantauan status gizi sejak masa kehamilan," ujar Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K) lewat siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (14/9/2017).
BACA JUGA:
Dampak dari stunting, tambah Menkes Nila, tidak hanya tampak dari segi fisik yang kerdil. Perkembangan otak anak juga terlambat, sehingga IQ mereka rendah.
Sayangnya, dampak ini tak banyak diperhatikan oleh orangtua bayi. Akibatnya, tumbuh kembang anak jelas terganggu dan tidak sesuai dengan usianya.