SAAT seseorang memasak, tentunya ia ingin hasil masakannya bisa dinikmati oleh siapa saja yang mencicipinya. Biasanya orang tersebut akan mengkreasikan bumbu pada masakannya agar lebih sedap. Salah satu bumbu yang sering digunakan adalah garam. Seperti yang kita tahu, garam adalah mineral yang berasal dari air laut.
Tampaknya, kini masyarakat harus lebih berhati-hati dengan penggunaan garam pada masakan. Sebab, ada fakta baru yang terungkap bahwa garam laut mengandung plastik yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Para peneliti mengatakan, potongan kecil dari plastik telah ditemukan pada garam laut yang dijual di Inggris, Eropa, Amerika Serikat, dan China.
Baca Juga:
Sebelumnya, telah ada penelitian yang menemukan hewan laut seperti ikan cod dan kerang yang juga mengandung potongan plastik. Diduga sebagian potongan plastik berasal dari sampah plastik sekali pakai dan microfibes yang dibuang ke lautan. Sampah plastik tersebut kemudian terpecah dan bisa masuk ke proses pembuatan garam.
“Plastik tidak hanya meresap di masyarakat dalam hal penggunaan sehari-hari tapi juga di lingkungan. Plastik ada di mana-mana, mulai dari udara, air, makanan laut, bir, hingga garam yang digunakan untuk memasak,” ujar Sherri Mason, profesor di State University of New York, Fredonia seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Baca Juga:
Sementara itu, menurut dokter spesialis penyakit dalam, Dr. dr. Ari Fahrial Syam MMB, SpPD-KGEH, FACH, konsumsi plastik bisa membawa sejumlah masalah kesehatan. “Pada rinsipnya plastik adalah makanan yang tidak bisa dikonsumsi. Apabila makanan tersebut dikonsumsi maka ada dua hal yang bisa terganggu yaitu ginjal dan liver. Keduanya sama-sama bekerja untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh,” ungkap dr Ari saat ditemui dalam sebuah acara Senin (11/9/2017) di RSCM, Jakarta Pusat.
Menurut dr Ari, jika plastik yang ikut terkonsumsi dapat langsung keluar dari tubuh, masalahnya selesai. Namun yang perlu diwaspadai, plastik tersebut bisa ikut tercerna dalam proses pencernaan.
Komponen komponen plastik yang tercerna tersebut bisa terserap pula ke ginjal dan liver sehingga menngganggu proses kerjanya. Selain itu, plastik juga membawa masalah pada pencernaan seperti proses pencernaan menjadi terganggu.
Lalu, apabila plastik yang masuk ke tubuh terlalu banyak, bisa menyumbat saluran cerna yang membawa dampak perut kembung dan cepat merasa kenyang.
(Helmi Ade Saputra)