OKEZONE WEEK-END: Sejarah Kain Tenun Indonesia, Ada sejak Zaman Neolitikum Dikisahkan dari Relief, Situs Sejarah hingga Prasasti

Tiara Putri, Jurnalis
Sabtu 09 September 2017 00:03 WIB
Tenun Flores (Foto: Okezone)
Share :

MEMBICARAKAN kebudayaan Indonesia rasanya tidak akan pernah habis. Terdiri dari ribuan pulau dan ratusan suku bangsa, tak heran bila kebudayaan di Indonesia sangat beragam.

Salah satu kebudayaan Indonesia yang digemari adalah kain tradisional. Beberapa daerah biasanya memiliki kain tradisionalnya masing-masing. Kain tradisional yang cukup terkenal adalah kain tenun.

Dikutip dari beberapa sumber, kain ini sudah ada sejak jaman Neolitikum atau pra-sejarah. Dahulu, bahan-bahan yang digunakan untuk menenun kain sangatlah sederhana. Mulai dari serat, daun-daunan, kulit kayu, kulit binatang, hingga akar tumbuhan.

(Foto: Indonesia.travel)

Baca Juga:

Sejarah pertenunan di Indonesia sendiri banyak ditemukan pada benda-benda historis yang usianya sudah lebih dari 3.000 tahun. Benda-benda itu meliputi teraan (cap) tenun, alat untuk memintal, kereweng bercap kain tenun, dan bahan tenunan kain. Semuanya itu ditemukan pada situs yang ada di Gilimanuk, Melolo, Sumba Timur, Gunung Wingko, dan Yogyakarta.

Bukti lain aktivitas menenun di masa lalu dapat ditemukan di relief umpak batu di Museum Trowulan Mojokerto. Relief tersebut mengisahkan kehidupan perempuan di Jawa yang sedang menenun. Diperkirakan relief tersebut sudah terpahat sejak abad ke-14.

(Foto:anakpaser.wordpress)

BACA JUGA:

Selain itu, beberapa prasasti Jawa Kuno juga berisi istilah-istilah yang menandakan adanya pertenunan di masa lalu. Sebagai contoh prasasti Karang Tengah yang berangka tahun 847 M, terdapat tulisan “putih helai 1 kalambi” yang berarti kain putih satu helai dan baju. Lalu ada istilah “makapas” atau madagang kapas pada prasasti Singosari di tahun 929 M dan prasasti Cane di tahun 1021 M. Ada pula kata pawdikan di prasasti Baru pada tahun 1034 M. Arti dari kata tersebut adalah pembatik atau penenun.

Tak hanya pada situs sejarah, relief, dan istilah di prasasti, sejarah pertenunan juga diungkapkan dalam cerita rakyat, contohnya cerita rakyat Sangkuriang. Dalam cerita tersebut dikisahkan bahwa Dayang Sumbi, ibu Sangkuriang adalah perempuan yang mahir menenun kain. Dengan adanya bukti-bukti tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa benar pertenunan di Indonesia sudah berlangsung sejak lama.

(Foto: Antara)

Ada dua teknik menenun yang dikenal yaitu teknik membuat kain dan teknik membuat hiasan (corak). Alat yang digunakan untuk menenun di tiap-tiap daerah pun berbeda.

Walau teknik pembuatan dan corak kain berbeda-beda, secara keseluruhan kain tenun di Indonesia memiliki fungsi yang sama. Kain tenun tersebut biasa dijumpai dalam upacara adat seperti pernikahan dan pakaian sehari-hari.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya