MENAKJUBKAN, Di Italia Ditemukan Wine Berumur Lebih dari 6.000 Tahun

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Rabu 06 September 2017 15:27 WIB
Wine tertua berumur 6.000 tahun di Italia (Foto:Foodandwine)
Share :

PERNAHKAH terlintas di benak Anda, sejak kapan manusia mulai mengonsumsi wine? Sebagian orang mungkin tidak akan menyangka bahwa wine ternyata telah diproduksi sejak 6.000 tahun silam. Bukti ini pertama kali diungkapkan oleh para peneliti yang berhasil menemukan wine tertua di Italia.

Mereka mengonfirmasi jika wine telah lama dianggap sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup. Penelitian yang dipimpin oleh David Tansai dari University South Florida, pertama kali menemukan tembikar kuno di sebuah gua di Italia, yang menyisakan jejak asam tartarat dai sekitarnya. Menurut mereka, zat asam tersebut merupakan bahan utama dalam pembuatan wine.

Kehadiran asam tartart ini berfungsi untuk menjaga stabilitas kandungan kimia yang terdapat pada wine. Asam inilah yang ditemukan di beberapa peralatan pembuatan wine. Alat tersebut dipercaya berasal dari Iran dan China dan sudah ada sejak awal 7.000 SM.

BACA JUGA:

ALAMAK, Begini Pengalaman Makan Bento Isi 3 Kg Spaghetti & Bakso

Lemari Es Berbau Tidak Sedap? Jangan Khawatir, Usir Pakai Bahan Rumah Murah Ini!

Sebelumnya, para peniliti dan ahli wine sempat terkesan setelah mengetahui bahwa orang-orang Italia telah menghasilkan wine sekitar 2.500 tahun lalu. Wine Vits vinifera merupakan salah satu jenis wine yang pertama kali didistribusikan di kawasan Mediterania sekitar 9.000 tahun lalu. Dengan adanya penemuan terbaru ini, orang Italia tampaknya telah menghasilkan wine jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Penemuan Tansai dan timnya berhasil merevisi ulang beberapa fakta tentang asal usul wine, di mana mereka berhasil menemukan tembikar kuno saat melakukan proses penggalian di situs Zaman Tembaga di pantai barat daya Sisilia. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tembikar ini dipercaya berasal dari tahun 4.000 SM. Ketika Tansai melakukan analisis kimia terhadap tembikar itu, ia menemukan bahwa benda tersebut mengandung residu dari kedua asam tartarat dan sodium. Kandungan tersebut menjadi bukti wine tertua di dunia telah ditemukan di semenanjung Italia.

Wine ini menjadi salah satu dari sekian penemuan makanan kuno yang berhasil ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari penemuan teh yang telah berusia 2.000 tahun, hingga penemuan resep bir tua yang disinyalir telah berusia 3.000 tahun. Demikian dilansir dari Food & Wine, Rabu (6/9/2017).

BACA JUGA:

LUAR BIASA, Pecahkan Rekor Pria Ini Angkat Gelas Penuh Bir Seberat 70 Kg Sekaligus!

Jalan Roda, Salah Satu Tempat Ngopi Tertua di Kota Manado

(Santi Andriani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya