PERKEMBANGAN teknologi yang semakin hari semakin maju, terkadang memang berhasil membuat kita geleng-geleng kepala ataupun merasa ternganga karena kecanggihan yang ditawarkan.
Di mana kecanggihan teknologi ini, pada dasarnya mempunyai tujuan untuk mempermudah hidup manusia. Seperti teknologi terbaru yang ditawarkan oleh restoran fast food, KFC. Jika sebelumnya pada Januari lalu, Food and Wine sudah melaporkan KFC China akan mulai memperkenalkan sistem pengenal wajah yang akan bisa memberikan prediksi tentang menu makanan apa yang hendak dipesan oleh pelanggan.
BACA JUGA:
Kini, KFC menambahkan fitur dalam teknologi tersebut dengan, sebagaimana diwarta Foodandwine, Senin (4/9/2017) menawarkan cara baru bagi pelanggan untuk membayar pesanan mereka bukan dengan cara konvensional seperti uang tunai ataupun dengan menggesek kartu debit atau kartu kredit, namun melainkan dengan seulas senyuman.
Sistem pembayaran yang unik ini disebutkan lebih lanjut, dihadirkan oleh gerai KFC di Hangzhou. Sistem pembayaran dengan hanya seulas senyum ini sendiri diberi nama ‘Smile to Pay’ dengan menggunakan sistem teknologi pendeteksi atau pengenal wajah.
Program ini sendiri adalah merupakan bagian proyek dari Yum China Holdings Inc, (perusahaan di balik KFC) untuk menarik minat para pelanggan yang berasal dari kalangan generasi muda. Presiden dari Yum China Holdings Inc, mengungkapkan bahwasanya kehadiran sistem teknologi di toko yang mengusung konsep lebih sehat ini ditujukan untuk para konsumen generasi muda yang lebih melek akan teknologi dan penasaran akan sebuah inovasi yang baru.
BACA JUGA:
Diketahui lebih lanjut, proses sistem ‘Smile to Pay’ ini sendiri dijalankan dengan cara yang cukup simpel. Yakni di mana pelanggan yang akan membayar menu pesanan mereka, tinggal mendekatkan wajah ke arah alat pemindai wajah atau face scanning tersebut lalu juga memasukkan nomor telefon.
Kemudian setelah itu, jika wajah sudah cocok dengan foto yang ada di sistem selanjutnya harga menu makanan tersebut tinggal didebet dari rekening bank yang di dalam arsip sistem tersebut. Dengan ini, diharapkan juga bisa mencegah untuk terjadinya kecurangan dari para pelanggan uang mencoba untuk memindai foto atau rekaman video.
(Dinno Baskoro)