MASALAH citra tubuh kini semakin hari tampaknya semakin bertambah. Terlebih di era media sosial seperti sekarang ini. Individu seakan berlomba-lomba untuk memposting bentuk tubuh terbaiknya. Tanpa disadari, hal seperti itu bisa membuat individu lain kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya.
Rasa kurang percaya diri itu dikemudian hari bisa menyebabkan Body Dysmorphic Disorder (BDD). BDD adalah kelainan mental kronis terhadap citra tubuh dan banyak dialami oleh wanita. Akan tetapi, kondisi ini bisa juga dialami oleh pria. Masalah citra tubuh pada pria sering disebut dengan istilah bigorexia.
Bigorexia membuat pria merasa tubuhnya tidak cukup besar atau kurang berotot. Kondisi ini membuat seorang pria memiliki kepercayaan diri yang rendah, mudah cemas dan terlalu khawatir akan penampilan tubuhnya. Di tingkat kronis, pria yang mengalami bigorexia bisa merasa sangat tertekan dan putus asa hingga bisa menyebabkan bunuh diri.
(Baca Juga: Menggemaskan! Begini Kalau Kucing Sedang Yoga, Rasanya Ingin Mengelus-elus)
Biasanya, agar tubuh kelihatan kekar dan berotot para pria cenderung menggunakan steroid. Bila dikonsumsi jangka panjang, tentunya hal ini membawa dampak negatif pada kesehatan.
(Baca Juga: Tak Perlu Mouthwash, Kumur-Kumur Rebusan Air Kayu Manis Usir Bau Mulut Secara Alami)
Menurut ahli gizi Jansen Ongko, M.Sc, R.D, penggunaan steroid dalam jangka panjang bisa menyebabkan produksi hormon alami menurun, gangguan atau komplikasi ginja, menurunkan kolesterol HDL dan meningkatkan kolesterol LDL, gynecomastia, badan berjerawat, kebotakan, menghambat pertumbuhan tinggi badan, tekanan darah tinggi, menurunkan kekebalan tubuh, serta kemandulan.
"Penggunaan steroid untuk tujuan klinis seperti hormon replacement therapy bagi sebagai pengobatan untuk orang yang mengalami defiensi hormon alami sebenarnya boleh saja. Tetapi, steroid dilarang digunakan bila tujuannya hanya sekadar untuk membangun massa otot yang lebih banyak," tulis Jansen saat dihubungi Okezone melalui pesan elektronik beberapa waktu lalu.
Jika seorang pria diprediksi terkena bigorexia, cara terbaik yang bisa dilakukannya adalah berkonsultasi dengan tenaga ahli. Para ahli biasanya akan melakukan beberapa terapi yang harus dilalui oleh penderita seperti cognitive behavioural therapy (CBT). Selain terapi, mungkin saja disertai dengan tambahan obat-obatan tertentu agar merangsang produksi serotonin sehingga menekan depresi.
(Helmi Ade Saputra)