NABI Ibrahim dan Nabi Ismail dikenal oleh umat Islam diseluruh dunia sebagai ayah dan anak yang patut diteladani. Keduanya memiliki ketaatan iman yang sangat tinggi, hal tersebut dibuktikan dengan peristiwa penyembelihan Nabi Ismail, yang akhirnya dikenal dengan hari raya kurban.
Padahal, Nabi Ibrahim dan istrinya, yaitu Siti Hajar, telah sangat lama menantikan kehadiran buah hati. Waktu yang cukup lama itu tidak dapat ditentukan tepatnya, namun setelah perjalanan Nabi Ibrahim dan Siti Hajar dari Palestina ke Mekkah, barulah keduanya memperoleh seorang putra.
Baca Juga: 5 Destinasi Terindah bak Negeri Dongeng di Dunia Nyata
“Lama Nabi Ibrahim dan Siti Hajar tidak memiliki anak, sebenarnya tidak ada cerita yang pasti berkaitan berapa tahun lamanya. Mungkin, hal tersebut dikarenakan standar umur pada waktu itu dengan sekarang berbeda, yang jelas sangat lama sekali. Ketika beliau masih di Palestina sampai hijrah ke dataran jazirah Arab itu memakan waktu yang sangat lama sekali. Sehingga banyak sekali dalam alquran ayat-ayat yang menjelaskan Nabi Ibrahim memohon pada Allah untuk segera diberi keturunan,” ucap Ustadz Fauzan Amin, pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, ketika diwawancarai Okezone melalui sambungan telepon, Kamis 31 Agustus 2017.
Saat telah dikarunai Nabi Ismail, Nabi Ibrahim justru mendapatkan sebuah mimpi yang berisi perintah agar menyembelih Nabi Ismail. Tempat penyembelihan Nabi Ismail tersebut kini ditandai dengan sebuah batu atau tugu yang dicat warna putih, di sebuah bukit di Mina, Mekkah.