Bumbu rempah itu tersimpan rapi di dalam peti bersama barang-barang pribadinya. Beberapa orang mengatakan bahwa peti itu ditandai dengan tulisan Transpore de Ervas Aromaticas yang kemudian disingkat menjad T.E.A.
BACA JUGA:
Mi Instan & Keripik Ternyata Paling Dihindari Pramugari Selama Penerbangan, Ini Dia Alasannya!
Tetap Enerjik saat Manggung Ternyata 6 Musisi Dunia Ini Vegetarian, Termasuk Sia
Cohen mengakui bahwa sebagian dari cerita tersebut masih perlu dipertanyakan kebenarannya. Namun satu yang pasti, teh memang sudah menjadi minuman populer di Portugal khusunya di kalangan bangsawan, karena negara memiliki rute perdagangan langsung dengan China. Tidak terkecuali bagi Catherine. Putri cantik ini selalu menyesap teh secara teratur untuk menambah moodnya. Sedangkan bagi orang Portugal teh menjadi minuman untuk ‘kesenangan’.
Di rumah barunya (Inggris), teh hanya dikonsumsi sebagai obat. Namun, sang ratu berhasil menciptakan sebuah tren baru yang hingga saat ini masih digandrungi oleh para wanita modis yakni, afternoon tea atau high tea. Dalam waktu singkat, tren tersebut mulai dikaitkan dengan elit-elit negara, dan akhirnya menyebar ke seluruh kerajaan. Bagi masyarakat kelas bawah, mereka mengubah teh menjadi sebuah minuman egalitarian (kesetaraan). Demikian dilansir dari The Daily Meal, Rabu (30/8/2017).
(Santi Andriani)