Festival Lembah Beliem 2017, Menilik Tarian Perang Suku Dani yang Mendunia

Tentry Yudvi, Jurnalis
Jum'at 25 Agustus 2017 18:12 WIB
Festival Lembah Baliem (Foto)
Share :

SUKU Dani adalah suku yang bermukim di Lembah Baliem, Papua Barat. Beragam ritual rutin nan identik dengan “kekerasan” membuat orang penasaran untuk melihat mereka lebih dalam, apalagi penduduknya juga dikenal dengan strategi perangnya. Pada tahun ini, tema yang diusung dari festival tersebut adalah “Art of Dance & War”. Sudah pasti atraksi peperangan dan tari-tariannya akan dibuat lebih megah dan meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Untuk mengenalkan beragam tradisi dan ritual dari Suku Dani, pemerintah setempat menghadirkan Festival Lembah Beliem, di sini lah wisatawan bisa mengenyam ilmu mengenai ritual hebat mereka yang begitu melegenda. Salah satunya, kebiasaan perang suku, namun di dalam acara ini mereka menampilkannya dengan sebuah tarian. Festival ini sudah digelar sejak pertengahan Agustus.

Tarian perang suku Dani ini menceritakan bagaimana proses perperangan antar suku di Papua khususnya Wamena.

Foto: Okezone

Dalam berperang mereka memiliki posisi tepat untuk selalu memenangkan perperangan antar suku. Mereka juga dalam berperang selalu menggunakan bambu runcing, sehingga ketika ditancapkan ke tubuh seseorang sudah pasti orang tersebut meninggal di tempat.

Memang bukan lagi rahasia umum, jika sebelum ada undang-undangan perlindungan mengenai kearifan lokal dari Indonesia, perang antar suku sudah sering terjadi.

Bahkan, di zaman Belanda perang suku sudah dilakukan oleh beberapa suku lainnya selain Suku Dani, yakni ada Suku Fakfak, Kaimana, hingga biak. Mereka bahkan memiliki pasar tawanan di Seram Timur, di mana pasar ini menjadi tempat jual beli tawanan.

Nah, suku Dani inilah yang menjadi suku pertama modern. Ketika dunia modern dan banyaknya Gereja masuk ke Papua. Mereka mulai belajar mengenai agama, dan beradab. Kini, mereka juga sudah tidak menjalankan tradisi perang suku. Oleh karena itu, orang Suku Dani mengemasnya ke sebuah tarian elok setiap tahunnya di festival.

Keunikan akan budayanya ini juga menjadi sebuah atraksi paling banyak ditunggu oleh wisatawan seluruh dunia. Bagaimana tidak? Tari Perang Suku Dani memperlihatkan bagaimana strategi perang yang mereka bekerja. Festival ini biasanya menggelar aksi Tarian tradisional, Pertunjukan musik tradisional menggunakan Pikon, karapan babi, ;omba panahan dan lempar tombak, permainan Sikoko dan Puradaan, peragaan memasak dengan cara tradisional, hingga pameran kerajinan tangan masyarakat suku adat.

Beragam atribut perang juga digunakan oleh peserta-peserta perang, dan dalam berperang mereka biasanya suka menyanyikan sebuah lagu untuk menyemangati perperangan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya