PEMERINTAH telah menetapkan awal Dzulhijjah 1438 Hijriah jatuh pada Rabu 23 Agustus 2017. Untuk itu, hari raya Idul Adha 1438 Hijriah jatuh pada 1 September 2017.
Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang angung karena merupakan waktu baik untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya.
Dalam sebuah hadits yang disampaikan Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda bahwa hari-hari awal sepuluh bulan Dzulhijjah itu hari yang sangat utama untuk beramal shalih.
Beliau bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ.
“Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shalih lebih dicintai oleh Allah melebihi dari sepuluh awal bulan Dzulhijjah.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968)
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc menyampaikan, ada sebuah perkara atau sebuah keutamaan yang sangat besar sekali yang hendaknya kita bergembira dengannya saat memasuki sepuluh awal bulan Dzulhijjah.
(Baca Juga: Kemenag Tetapkan Hari Raya Idul Adha Jatuh pada 1 September)
Ini sebuah kesempatan yang sangat agung. Kesempatan emas untuk kaum muslim meraih keutamaan pahala yang sangat besar sebanyak-banyaknya.
Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam mengatakan, "Tidak ada hari-hari yang amalan shalih lebih dicintai oleh Allah dari sepuluh awal bulan Dzulhijjah ini."
Dari hadist tersebut para ulama terdahulu menafsirkan sebuah ayat di Alquran yang dianggap berkaitan dengan bulan Dzulhijjah.
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
"Demi waktu fajar dan demi sepuluh malam." (QS. Al Fajr : 1 - 2)
(Baca Juga: Berkurban Upaya Perangi Kemiskinan)
Bahwa yang dimaksud dengan sepuluh malam di sini adalah sepuluh awal bulan Dzulhijjah.
Adapun beberapa amalan salih yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dialahkan adalah bertakbir, puasa, dzikir, menunaikan ibadah haji dan umrah, berkurban, bertaubat, bersedekah dan memperbanyak amalan lainnya.
(Muhammad Saifullah )