“Lahan kopi terluas di Indonesia itu sebetulnya ada di Sumatera Selatan. Sayangnya dari segi popularitas, produk kopi kami masih kalah jauh dari kopi Lampung. Padahal, kopi Lampung itu mengambil dari daerah kami, dan mereka mencampurkannya dengan kopi mereka sendiri,” tutur Irene.
Lebih lanjut ia menjelaskan, ada tiga faktor yang membuat kopi dari Sumatera Selatan tidak sepopuler varian kopi lokal lainnya. Masalah dari segi branding, sistem pengelolaan, hingga inovasi untuk mengembangkan varian kopinya sendiri masih sangat minim.
“Branding kita memang masih kurang. Selain itu, sistem yang diterapkan oleh para petani lokal pun masih belum tertata rapi karena masih mengikuti permintaan para produsen kopi. Sehingga kualitasnya pun cenderung tidak terkontrol. Hal ini akan memperhambat inovasi-inovasi untuk menciptakan varian kopi jenis baru,” tukasnya.
(Santi Andriani)