Dikenal sebagai Negara Miskin, Ethiopia Ternyata Punya Gereja Bawah Tanah yang Luar Biasa

Annisa Aprilia, Jurnalis
Sabtu 19 Agustus 2017 12:37 WIB
Gereja Bawah Tanah di Ethiopia (foto: Grant Rooney Premium/Alamy)
Share :

SECARA resmi agama Kristen telah ada di Ethiopia sejak 330 SM dan membuat negara ini mengklaim sebagai negara Kristen tertua di dunia. Meski dilanda kemiskinan, namun iman para penduduknya tetap kuat selama berabad-abad.

Bukti nyata dari agama Kristen telah ada sejak lama di negara ini ialah berdirinya gereja-gereja batu genting Lalibela yang kuno. Masing-masing gereja memiliki 11 struktur monolitik yang dramatis dalam lanskap pegunungan.

(Baca Juga: Shiprock, Sisi Misterius nan Menawan di Meksiko)

Uniknya lagi, gereja tersebut ada di dalam tanah mulai dari 40 hingga 50 meter ke bawah permukaan bumi, arsitektur bangunan gereja dibuat dengan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangannya yang dilubangi.

Ada beberapa teori seputar pembuatan rumah ibadah yang tidak biasa dan spektakuler tersebut. Beberapa orang percaya kalau gereja diukir oleh para Ksatria Templar, tentara salib Kristen yang pada abad ke 13 gereja-gereja diciptakan, tepat pada puncak kekuasaan mereka.

Sayangnya tidak ada bukti nyata dari keterlibatan mereka dalam pembuatan gereja itu. Namun, sebuah hipotesis yang paling banyak beredar dan disebarkan oleh museum kecil di dekat pintu masuk gereja menceritakan gereja dipahat berdasar dari perintah yang diberikan oleh Raja Lalibela, seorang Kaisar Ethiopia pada abad ke 12 dan awal abad ke 13.

(Baca Juga: Ayo Cepat ke Inggris, Bisa Lihat Dinosaurus hingga Main di Kampung Alice!)

Raja Lalibela membangun gereja-gereja ini di sekitar bentangan Sungai Yordan di Ethiopia, yang dimaksudkan untuk menyambut orang-orang Kristen ke Yerusalem Baru. Sebuah cerita legenda yang berkembang dalam keyakinan masyarakat setempat juga mengatakan, Raja Lalibela dibantu oleh tentara malaikat telah menyelesaikan 11 gereja dalam satu malam.

(Baca Juga: Hore! Museum Antariksa Akan Ajak Pengunjung Saksikan Gerhana Matahari)

Gereja yang menjadi satu-satunya gereja di bawah tanah tersebut memiliki bentuk bangunan yang cukup mengkhawatirkan. Sisi dindingnya retak panjang dan berongga hingga terlihat ada bagian yang telah bergeser.

Kunjungan di gereja bawah tanah ini dibatasi jumlah pengunjungnya dan waktunya. Pada sesi doa, gereja selalu dipadati oleh jamaah. Di gereja bawah tanah tersebut pula ada tempat peristirahatan terakhir Raja Lalibela yang diberi nama Biete Golgotha Mikael.

Untuk menuju tempat pemujaan, para pengunjung dan jamaah harus melewati lorong sempit serta menaiki anak tangga untuk turun ke bumi yang menjadi pintu masuk gereja. Usahakan tetap menjaga sikap dan ketenangan selama berada di dalam gereja, karena sebagai pengunjung kita harus menghormati budaya serta keyakinan masyarakat setempat, dikutip dari BBC.

(Baca Juga: SHARE LOC: Ngobaran, Pantai di Yogyakarta dengan Sentuhan Nuansa Bali)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya