Permukaan air di Laut Mati berkurang hingga 3,3 kaki setiap tahunnya. Bahkan kini Laut Mati disebut telah kehilangan sepertiga air dari area permukaan yang dikembangkan sejak awal abad ini. Penyusutan ini terjadi ditengarai karena adanya sebuah lubang di salah satu area.
Konstruksi dari bendungan, waduk, dan saluran pipa juga turut menurunkan level air meski hanya sekira 5%. Kandungan mineral pada Laut Mati yang disebut dapat digunakan untuk terapi dan dimanfaatkan sejumlah perusahaan kosmetik turut andil dalam penyusutan volume air.
Mengingat kawasan Timur Tengah yang memiliki iklim cukup panas, sulit untuk Laut Mati memperbaiki volume air sendiri. Para ahli mengatakan, jika permukaan air terus menurun, maka Laut Mati bisa benar-benar kering pada 2050.
Baca Juga: Ayo Cepat ke Inggris, Bisa Lihat Dinosaurus hingga Main di Kampung Alice!
Pegunungan Alpen