SETELAH Perang Dunia II, krisis pangan mulai melanda Jepang dan sekitarnya. Saat itu, Pemerintah Jepang khawatir bahwa pabrik mi instan di negara tersebut, tidak dapat memproduksi stok yang cukup banyak untuk memberi makan penduduknya. Tepung terigu yang dipasok oleh Amerika Serikat memang cukup banyak. Kementerian Kesehatan Jepang menyarankan agar para penduduk memproduksi dan mengonsumsi roti.
(Baca Juga: Kopi Latte Golden Milk Rasa Kunyit, Berani Icip? Rasanya Pasti Unik!)
Namun bagi pria berdarah Taiwan-Jepang, Momofuku Ando, hal tersbut tidaklah masuk akal. Pasalnya, selama ini masyarakat Jepang telah terbiasa mengonsumsi mi daripada roti. Untuk mengakalinya, Ando mulai mempertimbangkan untuk memproduksi mi hasil kreasinya sendiri.
Momofuku yang kini juga dikenal sebagai nama salah satu restoran Jepang terbaik di New York, dulunya memiliki sebuah usaha garam kecil-kecilan di Ikeda, Osaka. Di tempat inilah ia mulai berekesprerimen menggunakan beberapa alat sederhana untuk membuat racikan mi yang dapat dimasak dengan waktu singkat.
Seperti itulah cerita singkat bagaimana Ando menjadi pembuat mi instan pertama di dunia. Seiring berjalannya waktu, hasil eksperimen Ando pun menemukan titik terang. Ia berhasil meluncurkan produk mi instan pertama di dunia yang ia namakan “Chikin Ramen” tepat pada tanggal 25 Agustus 1958. Pada 1971, Ando memberanikan diri untuk mengeskpor produk mi instannya ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.
Setelah melihat kebiasaan orang Amerika yang mengolah mie dengan cara memecahkannya menjadi dua, lalu memasukkannya ke cangkir sebelum diseduh dengan air panas, Ando menemukan ide baru untuk membuat mi gelas (cup noodles). Ia mengemas produk tersebut dengan wadah polistiren yang dibentuk sedemikian rupa hingga berbentuk mangkuk mi.
Hari ini, Momofuku Ando Instant Ramen Museum tengah memperingati prestasi yang telah mereka raih dalam beberapa dekade terakhir. Momofuku Ando Museum merupakan tempat yang tepat untuk mengajarkan sejarah ramen instan pertama di dunia kepada anak-anak maupun orang dewasa.
Di salah satu area museum, tepatnya di Chicken Ramen, para pengujung bisa membuat mi ramen hasil racikan mereka sendiri dan mempelajari berbagai proses mi instan pertama di dunia. Sementara di pabrik CupNoodles, pengunjung dapat memilih sup atau kuah favorit mereka, dan menambahkan empat topping ke dalam racikan ramen mereka. Setelah itu, pengunjung dapat memasukkan semua racikan ramen ke dalam wadah cangkir yang bisa Anda desain sendiri, dan tentunya bisa Anda bawa pulang untuk dinikmati. Demikian dilansir The Daily Meal, Jumat (18/8/2017).
(Renny Sundayani)