Eliminasi Hepatitis C di 2030, Apa Upaya Kemenkes?

Tiara Putri, Jurnalis
Rabu 16 Agustus 2017 15:44 WIB
Ilustrasi (Foto: Healthywomen)
Share :

(Baca Juga: Metode Masak Nasi Putih dengan Minyak Kelapa Jauh Lebih Sehat, Kalorinya Rendah)

Selain menyediakan dan mendistribusikan obat, Kemenkes juga terus melakukan monitoring terapi Hepatitis C melalui pemeriksaan diagnostik dan evaluasi terapi. Monitoring ini dilakukan dengan cara tes cepat molekuler dan skrining HCV pada penderita HIV setidaknya satu kali setahun.

(Baca Juga: HARI MERDEKA: Penduduk Papua Barat Belum Merdeka dari Malaria, Cerita Tenaga Medis Menyehatkan Masyarakat dengan Segala Keterbatasan)

Penderita HIV memang termasuk kelompok yang berisiko tinggi terkena Hepatitis C. Kelompok lain yang berisiko terkena penyakit ini antara lain pengguna narkoba suntik, pasien yang melakukan cuci darah, terkena kontak darah dengan penderita Hepatitis C, pelaku hubungan seks tidak aman, dan yang lainnya.

Ditemui dalam acara yang sama, menurut dr Irsan Hasan SpPD-KGEH selaku Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) penyebaran virus Hepatitis C terjadi melalui kontak darah. Untuk itu cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah melakukan skrining pada kelompok yang berisiko tinggi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya