TARI Saman merupakan salah satu kesenian khas Tanah Rencong yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh UNESCO pada November 2011.
Untuk melestarikan bagian dari kebudayaan warga Aceh sekaligus memperkenalkan kepada dunia, baru-baru ini diadakan pentas kolosal Tari Saman yang dibawakan oleh 12.266 orang.
Baca Juga: Liburan Bareng Keluarga di Tempat Kekinian Bandung, Banyak Spot Foto Ciamik
Belasan ribu laki-laki dari seluruh desa yang ada di Kabupaten Gayo Lues mengenakan pakaian khas berwarna merah, kuning, dan hitam. Mereka duduk berjejer dengan rapat dan rapi di Stadion Seribu Bukit Blangkejeran. Seketika lapangan terlihat dipenuhi dengan warna merah.
“Baru pertama terjadi dalam sejarah, tarian aceh mungkin juga tarian lainnya di mana ditarikan oleh 12.266 penari,” ujar perwakilan dari Kabupaten Gayo Lues dikutip dari tayangan Inews TV pada 13 Agustus 2017.
Meski diikuti oleh belasan ribu penari, pentas kolosal Tari Saman ini memecahkan rekor MURI sebagai penari saman terbanyak dengan melampaui target 10.001 peserta yang diharapkan. Rekor ini mematahkan rekor sebelumnya yakni pada 2014 di mana digelar pentas kolosal Tari Saman dengan 5.057 penari.
Baca Juga: Tak Hanya Kereta, Naik KRL di Hari Kemerdekaan RI Juga Gratis!!!
Pentas ini diharapkan dapat mendekatkan seni masyarakat Aceh ke tingkat nasional dan internasional. Tarian ini juga dipersembahkan oleh Kabupaten Lues untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia.
Para penari yang seluruhnya laki-laki ini berasal dari 145 kampung yang ada di Kabupaten Gayo Lues dan enam kabupaten tetangga. Dikutip dari Antara, dalam pagelaran ini juga dihadiri Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansah, Bupati Gayo Lues Ibnu Hasim, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi.
Baca Juga: Deretan Lokasi Berselancar Sekelas Internasional di Sekitar Pulau Sumatera, Salah Satunya Mentawai
Tari Saman sendiri merupakan tarian khas Suku Gayo yang ditampilkan dalam acara-acara besar. Tari Saman dari Gayo biasanya dibawakan oleh laki-laki muda dengan mengenakan pakaian adat.
Setelah hidup berabad-abad lamanya menjadi bagian dari kebudayaan Aceh, Tari Saman sudah mulai dikenal dunia. Tak jarang Tari Saman dibawakan di beberapa pentas dunia mewakili kebudayaan dari Indonesia.
(Vien Dimyati)