Pemberian vaksin MR ini dilakukan di pelayanan fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, posyandu dan rumah sakit. Semua orangtua diimbau untuk mengantarkan anaknya vaksin tanpa alasan apapun.
"Paling berat nanti pemberian vaksin pada September. Kita harus mobile mencari anak-anak yang sekolah untuk divaksin. Misalnya anak-anak jalanan karena tidak ada wadahnya. Beda dengan sekolah yang merupakan institusi," ujarnya.
Belum lagi menghadapi berbagai penolakan atau orangtua yang anti vaksin. Tapi pemerintah yakin bahwa pemberian vaksin MR ini berhasil cakupannya 95% dilakukan di Pulau Jawa yang menjadi target wilayah pertama.
Pemerintah berpromosi lewat iklan layanan masyarakat dengan kemasan berbeda. Hal ini menjadi nilai positif untuk mengajak masyarakat agar tidak takut vaksin.
"Penolakan jelas ada, tapi kita tampilkan iklan layanan masyarakat yang berbeda. Kita kemas dalam bentuk testimoni avidence penyakit. Yang bicara bukan lagi pemerintah. Diharapkan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk melakukan vaksin," simpulnya.
(Helmi Ade Saputra)