David sendiri lahir di pesisir utara Australia dan berasal dari keluarga Irlandia yang kaya. Ia dididik di sekolah swasta dan memulai kariernya sebagai pengusaha. Ia sempat mengembangkan perusahaan pertambangan emas di Papua Nugini namun bangkrut karena hancurnya saham pada 1987.
Baca Juga: Sudah Musim Gugur, Ayo Angkat Koper ke 5 Negara Ciamik Ini!
Kini, ia menetap di Restoration Island. Meski tanpa listrik, ia memanfaatkan panel surya dan generator cadangan untuk menghasilkan listrik yang dapat membuatnya mendapatkan sambungan internet dan mengetahui berbagai informasi dari media sosial.
Dia pernah berpikir untuk mengembangkan pulau ini dengan mendirikan hotel. Namun ia tidak merealisasikannya karena sadar dapat menghancurkan pulau tersebut.
“Saya menghormati pulau ini. Saya senang kami tidak pernah memutuskan untuk mengembangkan pulau ini karena kami akan menghancurkannya,” ujar David.
(Vien Dimyati)